JawaPos Radar | Iklan Jitu

25 Bidang Usaha Bisa Dikuasai Asing, Ini Daftarnya

19 November 2018, 19:28:53 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
25 Bidang Usaha Bisa Dikuasai Asing, Ini Daftarnya
Ilistrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah memperbaharui Daftar Negatif Investasi (DNI) melalui paket kebijakan ekonomi ke-16. Ada 54 bidang usaha yang terbebas dalam daftar DNI. Meski terbebas dari DNI, namun tidak semuanya bisa dimiliki asing 100 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Menurut dia, dari 54 bidang usaha hanya ada 25 bidang usaha saja yang bisa dikuasai asing.

"Kalau 25 itu betul, 25 bidang usaha itu dari PMA yang tadinya 51 persen, 60 persen, sampai yang 95 persen. Begitu dua tahap ini, 2014 - 2016 itu masih nol investasinya, kita naikkan jadi 100 persen," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/11).

Ia menjelaskan, dari 54 bidang usaha itu dibagi ke dalam 5 kelompok, seperti kelompok yang keluar dari UMKM, yang lepas dari kewajiban kemitraan, hingga yang tidak perlu lagi izin khusus.

"Terminologi keluar itu kan pengertiannya banyak, salah satunya saja PMA bisa 100 persen," ungkapnya.

Selain itu, ada 4 bidang usaha yang tidak lagi dicadangkan dalam UMKM, 1 tidak perlu kemitraan dan tiga bidang usaha yang tadinya 100 persen untuk PMDN kemudian dibolehkan untuk asing.

"Terus yang ke empat itu, 17 (bidang usaha) yang tadinya perlu rekomendasi menjadi tidak perlu. Itu maksudnya dikeluarkan. Bukan terus 54 PMA semua," tandasnya.

Berikut 25 daftar bidang usaha yang dibuka 100 persen untuk asing :

Pariwisata

1. Galeri Seni 

2. Galeri Pertunjukan Seni

Kehutanan

1. Pengusahaan pariwisata alam berupa pengusahaan sarana, kegiatan, dan jasa ekowisata dalam kawasan hutan

Perdagangan 

1.  Jasa survei dan penelitian pasar 

Perhubungan

1. Angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek, angkutan pariwisata dan angkutan jurusan tertentu sektor Perhubungan

2. Angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang (tidak termasuk cabotage) sektor Perhubungan

Kominfo

1. Jasa sistem komunikasi data sektor Kominfo

2. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap sektor kominfo

3. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak sektor Kominfo

4. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi layanan content sektor Kominfo

5. Pusat layanan informasi atau call center dan jasa nilai tambah telepon lainnya sektor Kominfo

6. Jasa akses internet

7. Jasa internet telepon untuk kepentingan publik

8. Jasa interkoneksi internet (NAP),  jasa multimedia lainnya

Ketenagakerjaan

1. Pelatihan kerja (memberi, memperoleh, meningkatkan, mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja antara lain meliputi bidang kejuruan teknik dan engineering, tata niaga, bahasa, pariwisata, manajemen, teknologi informasi, seni dan pertanian yang diarahkan untuk membekali angkatan kerja memasuki dunia kerja).

ESDM

1. Jasa konstruksi migas

2. Jasa survei panas bumi

3. Jasa pemboran migas di laut

4. Jasa pemboran panas bumi

5. Jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi

6. Pembangkit listrik > 10 MW

7. Pemeriksaan dan pengajuan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi

Kesehatan

1. Industri farmasi obat jadi

2. Fasilitas pelayanan akupuntur

3. Pelayanan pest control/fumigasi

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up