alexametrics

Pengusaha Was-was dengan Wacana Perubahan Nomenklatur Kementerian

19 Oktober 2019, 12:59:58 WIB

JawaPos.com – Wacana perubahan nomenklatur kementerian/lembaga di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pelaku usaha was-was. Pelaku usaha meminta perubahan signifikan untuk mendukung iklim usaha dan investasi yang kondusif daripada sekedar perubahan nama.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Giriwardana mengatakan, dunia menunggu kepastian penggabungan atau peleburan lembaga dan kementerian.

“Kita khawatir perubahan yang terlalu teknokratis dari pada perubahan yang di harapkan dunia usaha, perubahan bersifat enterpreneurship,” kata Danang di Jakarta, Sabtu (19/10).

Beberapa kementerian/lembaga yang disebut-sebut akan digabung antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, kemudian Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag akan dilebur ke Kementerian Luar Negeri.

Danang menambahkan, kepastian nomenklatur kementerian/lembaga memudahkan pelaku usaha dan investor mengambil keputusan dalam menjalankan usahanya. Terlebih lima tahun terakhir ini, ranking Indonesia sebagai tujuan investasi dan usaha terus membaik.

“Sudah bagus sebagai tujuan investasi. Tapi ranking itu baru ranking di atas survei ya, kemudian harus diimbangi dengan tataran praktisnya,” pungkas Danang.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Ritel Indononesia (Aprindo) Roy Mandey menilai banyak hal positif yang dicapai pemerintahan Jokowi pada periode pertama, 2014-2019. Antara lain pembangunan infrastruktur yang masif lima tahun ke belakang, dana desa dan lainnya.

“Pengangguran juga terkendali dengan baik di bawah 10 persen dari 265 juta jiwa penduduk. Namun di sisi lain koordinasi ke depan harus ditingkatkan antara pusat dan daerah, lebih melekat lagi, perlu sinergi pusat dan daerah dalam menerapkan regulasi-regulasi,” kata Roy kepada JawaPos.com.

Editor : Kuswandi

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads