JawaPos Radar

Belanja Online: Indonesia Terbesar Keempat di Asia Pasifik

19/10/2017, 18:34 WIB | Editor: Dwi Shintia
Grafis belanja online.
Grafis belanja online (GRAFIS: BAGUS/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Tren belanja menggunakan ponsel semakin luas. Survei yang dilakukan Mastercard menyebutkan, 58,5 persen responden membeli barang lewat ponsel selama dua tahun berturut-turut.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pembeli online via mobile terbesar ke-4 di Asia Pasifik.

Posisi pertama diduduki konsumen India dengan 75,8 persen responden yang melakukan pembelanjaan mobile dalam dua tahun berturut-turut. Para pembelanja mobile tersebut melakukan pembelian melalui ponsel dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum survei tersebut dilaksanakan.

Posisi kedua diduduki Tiongkok dengan 71,4 persen. Diikuti Thailand 65 persen, Filipina 53,5 persen, dan Malaysia 55,6 persen.

Di sisi lain, konsumen di negara-negara maju seperti Jepang cenderung membatasi pembelanjaan mobile-nya. Responden yang membeli secara mobile di Jepang, misalnya, hanya 31 persen. Sementara itu, di Australia hanya 26 persen dan Selandia Baru 26 persen.

Senior Vice President Digital Payments and Labs Mastercard Asia-Pacific, Benjamin Gilbey mengungkapkan, konsumen di sejumlah negara berkembang di Asia-Pasifik mengutamakan penggunaan mobile dan telah melampaui evolusi pembayaran tradisional.

”Pemerintah di kawasan tersebut telah melakukan upaya-upaya yang cukup signifikan untuk mendorong pengembangan lanskap perdagangan elektronik dan mobile serta infrastruktur pendukungnya,” ujarnya dalam publikasinya kemarin (18/10).

Pakaian dan aksesori fashion menjadi barang yang cukup banyak dicari konsumen di Asia-Pasifik, yakni mencapai 34,9 persen dari total barang yang dibeli konsumen. Disusul produk perawatan pribadi dan kecantikan (21 persen), serta tiket bioskop (20,2 persen). Namun, hasil survei itu tidak berlaku bagi para pembelanja mobile di Jepang, Selandia Baru, dan Taiwan. Mereka lebih banyak membeli buku, CD, DVD, dan mainan lewat ponselnya.

CEO Bukalapak Achmad Zaky mengungkapkan, mayoritas pembeli di Bukalapak memang melakukan pembelian lewat aplikasi ketimbang website yang diakses di personal computer (PC). ”Sebanyak 80 persen beli lewat handphone,” katanya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, dia yakin akan semakin banyak orang Indonesia yang membeli barang lewat aplikasi e-commerce di ponsel. Apalagi, akses internet semakin mudah dan harga ponsel pintar semakin terjangkau. Inovasi dari e-commerce sebagai penyedia layanan juga terus berkembang sehingga memudahkan konsumen yang melakukan pembelian secara online. ”Pastinya, jumlah konsumen yang beli lewat handphone akan terus naik,” tuturnya. (*)

rin/c16/sof/ce1

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up