JawaPos Radar

Genjot Sektor Investasi, Segini Target Kementerian ESDM

19/04/2018, 15:38 WIB | Editor: Mochamad Nur
Genjot Sektor Investasi, Segini Target Kementerian ESDM
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Dok. Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah terus menggenjot sektor investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berharap sektor Sumber daya Mineral bisa membukukan investasi USD 37,2 miliar tahun ini.

Arcandra menjelaskan, target investasi Kementerian ESDM di 2018 meningkat 39,32 persen dibanding realisasi investasi 2017 yang tercatat sebesar USD 26,7 miliar.

"Target ESDM tahun ini USD 37,2 miliar, dimana pada sektor minerba sebesar USD 6,2 miliar, EBTKE senilai USD 2,0 miliar, ketenagalistrikan sekitar USD 12,2 miliar, dan migas USD 16,8 miliar," katanya, di Lobby Lounge Bimasena, Jakarta, Kamis (19/4).

Ia menjelaskan, jumlah ini meningkat bila dibandingkan 2017 yang hanya USD 26,7 miliar, yakni pada sektor minerba sebesar USD 6,1 miliar, EBTKE senilai USD 1,3 miliar, ketenagalistrikan USD 9,1 miliar, dan migas USD sekitar 10,2 miliar.

Sementara dari sisi kinerja, Arcandra menjelaskan, dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 2017 Indonesia, Kementerian ESDM menyumbang kontribusi sekitar 12 persen. Lalu dari regulasi dan perizinan, pada Kuartal 1 2018, Kementerian ESDM telah mencabut 90 regulasi dan merevisi 96 perizinan (sertifikat, rekomendasi, dan lainnya).

"Sehingga total ada 186 peraturan. Rinciannya, di Januari 2018, Kementerian ESDM telah mencabut 11 regulasi, Februari 75 regulasi dan merevisi 74 perizinan, dan Maret sebanyak 4 regulasi serta merubah 22 perizinan. Ini dilakukan agar sektor ESDM bisa semakin lebih baik ke depannya," tuturnya.

Lainnya, Arcandra mengatakan bahwa Wilayah Kerja (WK) yang ada mulai laku dari skema gross split. Hal ini terlihat dari WK yang ditawarkan pada 2017, sebanyak 5 WK diminati.

"Kami terus mendorong kegiatan hulu migas agar semakin berkembang, baik dari jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek yakni terbuka untuk semua teknologi. Lalu jangka menengah berarti mendorong penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), dan jangka panjang yaitu penggunaan skema gross split yang mengedepankan aspek certainty, simplicity, dan efficiency," tutupnya. 

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up