Minyak Dunia Melambung, DPR Tunggu Pemerintah Revisi Subsidi BBM

19/03/2018, 15:28 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi petugas SPBU Pertamina melayani pembelian BBM (Dok. Jawa Pos)
Share this

Jawapos.com - Kenaikan harga minyak dunia yang diikuti pelemahan nilai tukar rupiah terus dipelototi kalangan dewan. Pasalnya, hal itu bisa mengganggu alokasi subsidi yang telah dipatok dalam APBN 2018.

“Revisi UU APBN sampai hari ini (pemerintah) belum mengajukan, walaupun menurut kami ICP berubah kurs juga signfikan perubahannya,” kata Wakil Ketua Komisi VII, DPR RI, Satya Widya Yudha di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (19/3).

Dia menilai, revisi APBN harus segera dilakukan mengingat saat ini dua asumsi makro sudah semakin menjauhi APBN. Khusus subsidi energi, pemerintah dan DPR telah menyepakati untuk mensubsidi solar, minyak tanah dan gas elpiji. Untuk solar subsidinya diketuk Rp500/liter.

Namun, dengan adanya kenaikan harga minyak mentah Indonesia/ICP maka subsidi senilai Rp 500/ liter itu sudah tidak lagi mencukupi. Hal itulah yang nanti akan didiskusikan oleh DPR dan pemerintah.

“Karena kan harga minyak dunia sudah naik apakah solar cukup cuma disubsidi Rp 500/liter. Itu akan jadi bahan diskusi nanti.

Untuk diketahui, pergerakan harga ICP fluktuatif. Pada Februari 2018 ICP senilai USD 61,61 per barel. Posisi harga itu lebih rendah dibandingkan dengan harga Januari 2018 yang senilai USD 65,59 per barel. Namun ICP Desember 2017 angkanya mencapai USD 60,9 per barel.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial menuturkan pihaknya masih terus mencermati pergerakan harga minyak. Dia berharap fluktuasinya bisa cenderung turun. Namun, pihaknya sudah mengambil ancang-ancang untuk menambah subsidi solar menjadi Rp 700/liter hingga Rp 1.000/liter.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi