alexametrics

Indeks Pembangunan Manusia Surabaya Tertinggi, Angkanya 82,22

19 Februari 2020, 18:00:16 WIB

JawaPos.com – Indeks pembangunan manusia (IPM) di Jawa Timur (Jatim) terus meningkat. Tahun lalu IPM Jatim mencapai 71,50. Angka itu naik 1,03 persen dari IPM pada 2018 yang tercatat sebesar 70,77.

Angka itu menunjukkan bahwa pembangunan di Jatim ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh masyarakat bisa mengakses hasil pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dalam hal ini, yang dijadikan patokan adalah pendapatan, kesehatan, dan pendidikan.

IPM yang kali pertama diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada 1990 dibentuk tiga dimensi dasar. Yakni, umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Umur panjang dan hidup sehat diukur dari umur harapan hidup saat lahir.

Pengetahuan diukur melalui indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Sementara itu, standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (purchasing power parity).

“Surabaya tercatat mempunyai IPM tertinggi dengan capaian sebesar 82,22. Sementara IPM terendah tercatat di Sampang, sebesar 61,94,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan, Senin (17/2).

Dia memaparkan, IPM Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kabupaten Sidoarjo masuk kategori sangat tinggi atau di atas 80. Sementara itu, 20 kabupaten/kota lainnya berkategori IPM tinggi atau 70–80. Sisanya, 14 kabupaten/kota, berkategori IPM sedang pada kisaran 60–70.

“Itu menunjukkan bahwa upaya Pemprov Jatim dalam meningkatkan pembangunan manusia cukup berhasil,” kata Dadang.

Keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh perubahan kategori IPM untuk beberapa wilayah. Misalnya, Kabupaten Sidoarjo yang semula pembangunan manusianya berkategori tinggi naik kelas menjadi sangat tinggi pada 2019.

Menurut Dadang, beberapa waktu terakhir Pemprov Jatim berupaya meningkatkan kinerja pembangunan manusianya agar tidak terjadi ketimpangan.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa masih banyak anak putus sekolah di Jatim. Karena itu, dia akan terus berupaya mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperbanyak lapangan kerja.

“Pada posisi sekarang ini, kami berharap setiap tahun di Jatim ada 800 ribu lapangan kerja baru,” ucapnya.

IPM JATIM BERDASAR KOMPONEN

Komponen | 2017 | 2018 | 2019

Usia harapan hidup saat lahir | 70,80 tahun | 70,97 tahun | 71,18 tahun

Harapan lama sekolah | 13,09 tahun | 13,10 tahun | 13,16 tahun

Rata-rata lama sekolah | 7,34 tahun | 7,39 tahun | 7,59 tahun

Pengeluaran per kapita | Rp 10,97 juta | Rp 11,38 juta | Rp 11,74 juta

IPM | 70,27 | 70,77 | 71,50

Sumber: BPS

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (rin/c11/hep)



Close Ads