alexametrics

2018, Produksi Migas Pertamina Tumbuh 42 Persen

19 Januari 2019, 13:12:06 WIB

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja positif di sektor hulu minyak, gas dan panas bumi.  Perusahaan plat merah ini mencatatkan kenaikan produksi migas sepanjang 2018.

Perseroan mencatat roduksi minyak dan gas dalam negeri mencapai 768 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau 42 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi migas pada 2017 yang 542 MBOEPD. 

Rinciannya, produksi minyak Pertamina pada 2018 mencapai 291 ribu barel per hari (MBOPD) atau meningkat 22 persen dibandingkan realisasi 2017 yang tercatat 238 MBOPD. 

Sementara itu, produksi gas Pertamina pada 2018 tercatat sebesar 2.763 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Melompat 57 persen dari 2017 yang hanya sebesar 1.760 MMSCFD.  Peningkatan produksi ini dihasilkan dari kombinasi keberhasilan upaya meningkatkan produksi dan menahan laju penurunan produksi dari aset-aset existing. 

Selain pencapaian di atas, beberapa Wilayah Kerja (WK) terminasi yang dialihkelolakan kepada Pertamina sudah masuk kedalam sistem produksi Pertamina, antara lain WK Mahakam, WK Sanga-Sanga, WK East Kalimantan, dan WK OSES (Offshore South East Sumatera).

Aset Pertamina di luar negeri yang dikelola melalui anak usaha Pertamina Internasional EP (PIEP) membukukan pencapaian kinerja produksi tahun 2018 sejumlah 102 MBOPD dan 299 MMSCFD yang dihasilkan dari tiga aset utama di Algeria, Iraq, Malaysia, dan 9 negara lain. 

Selain migas, kinerja panas bumi Pertamina pada 2018 juga meningkat signifikan. Pada 2018, produksi panas bumi Pertamina mencapai 4.145 GWh atau meningkat 6 persen dibandingkan 2017 yang tercatat 3.900 GWh. 

“Kinerja hulu Pertamina menunjukkan tren positif dan akan terus dipertahankan sebagai bukti Pertamina sebagai perusahaan energi nasional menjalankan amanah Pemerintah untuk menopang pemenuhan kebutuhan energi Nasional,” kata Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu dalam keterangan tertulis seperti dikutip Sabtu (19/1).

Pada 2019, BUMN Migas ini memilih untuk mempertahankan produksi migas dalam negeri sebesar 758 MBOEPD dengan rincian minyak 302 MBOPD dan gas 2.643 MMSCFD. 

Dharmawan mengatakan pada 2019, Pertamina akan melakukan sejumlah pendekatan yang tidak biasa (business unusual) dalam pengoperasian aset-aset hulu.  Pendekatan tersebut antara lain yaitu peningkatan produksi melalui optimasi penurunan tekanan di kepala sumur, program pengeboran dua kali lipat dari tahun lalu sejumlah 346 sumur (27 sumur eksplorasi, 319 sumur eksploitasi) dengan menerapkan teknik yang non-tradisional, serta melaksanakan akselerasi dan sinergi program EOR (Enhanced Oil Recovery). 

Fokus pendekatan pada 2019 juga diarahkan pada meminimalkan kehilangan produksi dengan menjaga integrity dari fasilitas produksi, meningkatkan efektivitas biaya operasi, serta pengembangan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. 

“Sebagai BUMN dan pengelola aset negara, kami akan terus memperkuat baseline produksi untuk memastikan kita akan memaksimalkan recovery factor di semua lapangan migas Pertamina dan dengan pendekatan yang ekonomis dan efektif,” tuturnya.

Guna mendukung upaya pembaruan cadangan melalui jalur eksplorasi baru, melalui komitmen pasti sebesar USD 216 juta dari KKP WK Jambi Merang, Pertamina melakukan beberapa joint-study di lima fokus area eksplorasi wilayah kerja baru (new venture).  

“Kami menyambut baik diperolehnya akses eksplorasi new-venture di WK Maratua serta partisipasi pengembangan lapangan Merakes di WK East Sepinggan.  Tim Eksplorasi kami terus bekerja untuk mendapatkan akses baru yang menjanjikan di Indonesia bagian Timur,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi



Close Ads
2018, Produksi Migas Pertamina Tumbuh 42 Persen