alexametrics

Tol Laut akan Disempurnakan dengan Platform Digital

18 November 2019, 15:35:39 WIB

JawaPos.com – Sistem pengaturan program tol laut perlu diperbaiki. Industri yang berkaitan dengan pelayaran dan arus barang itu pun harus beradaptasi dengan era industri 4.0. Nanti para pengguna jasa pelayaran bisa dengan mudah mengakses segenap informasi terkait pengiriman komoditas dan barang subsidi secara dalam jaringan (daring) alias online.

Kasi Tramper dan Pelayaran Rakyat Subdit Lalu Lintas dan Angkutan Laut Salam Negeri Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Hasan Sadili mengatakan bahwa kebutuhan soal informasi itu akan dipenuhi lewat platform digital. Namun, perwujudannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi, sistem semacam itu tidak pernah ada sebelumnya.

“Awal tahun depan kami coba seriusi untuk berdiskusi dengan para pemilik platform,” ujarnya pekan lalu.

Hasan juga mengatakan bahwa tol laut butuh platform yang mampu memberikan informasi mengenai barang yang potensial untuk didistribusikan ke wilayah timur Indonesia. Hal itu menjadi tambahan informasi terkait jenis muatan barang dan space yang tersisa di kapal. Sebab, kapal yang kembali ke Jawa dari wilayah timur Indonesia sering masih menyisakan space kosong tanpa diketahui si pemilik barang.

Kondisi tersebut membuat potensi barang yang bisa didistribusikan dari wilayah timur Indonesia ke Pulau Jawa kurang maksimal. Padahal, ada banyak potensi barang yang bisa diperdagangkan, baik dari wilayah timur ke Jawa maupun sebaliknya.

Saat ini Hasan sudah berkomunikasi dengan pemilik platform digital seperti Prahu Hub. Platform itulah yang melahirkan aplikasi Produk Indo. Dia melihat potensi aplikasi tersebut juga dapat diterapkan pada program tol laut.

“Ini akan kami sosialisasikan ke daerah tujuan tol laut. Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” paparnya.

Founder Prahu Hub Benny Sukamto mengatakan, pihaknya dapat menyambungkan komunikasi serta kebutuhan data penjual dengan pembeli. Dia pun melihat potensi penjualan rempah dan komoditas dari wilayah timur yang bisa didistribusikan ke wilayah tengah dan barat Indonesia.

“Dengan adanya aplikasi Produk Indo, potensi pengiriman itu lebih jelas,” tuturnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (rin/c15/hep)



Close Ads