alexametrics

Setelah Ahok, Kini Giliran Chandra Hamzah Dipanggil Erick Thohir

18 November 2019, 13:13:15 WIB

JawaPos.com – Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11). Pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Kepada wartawan usai pertemuan, Chandra menuturkan, ia bersama Erick membahas beberapa hal. Salah satunya yakni, cara memperkuat BUMN.

“Kami bicara tentang BUMN, bagaimana kinerjanya, visi ke depan Pak Menteri dan beberapa koreksi yang perlu diperbaiki, termasuk aturan hukum itu perlu kami sampaikan,” kata Chandra dilansir dari Antara.

Pertemuannya dengan Erick juga dihadiri oleh dua wakil menteri, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu yakni meningkatkan pencegahan korupsi di BUMN.

“Jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut korupsi lagi. Jadi, Pak Menteri yang penting itu adalah integritas, dan BUMN tidak lagi jadi bancakan,” katanya.

Sementara itu ditanya soal apakah Erick kembali menawarkan jabatan di perusahaan BUMN padanya, Chandra tak mau menjelaskan spesifik. “Enggak ada bicara masalah posisi atau jabatan. Kebetulan saya pernah (komisaris) di PLN, jadi ditanya juga soal pengalaman saya waktu di PLN,” ujarnya.

Sosok Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Selain itu, Chandra juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, namun ia menolaknya.

Sebagaimana diketahui, pada Rabu (13/11) lalu, mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) memenuhi panggilan Erick Thohir. Belum tahu posisi apa yang akan ditempati oleh pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sekadar informasi, saat ini posisi direktur utama (dirut) di empat perusahaan pelat merah lowong, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Indonesia Asahan Alumina (Persero), serta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara,” kata eks bupati Belitung Timur itu kepada wartawan usai pertemuan.

Sementara itu, Erick Thohir, di Istana Negara, Kamis (14/11) menyampaikan, terkait posisi Ahok segera diputuskan pada Desember. Mantan bos Inter Milan itu optimistis, keberadaan Ahok bakal mempercepat hal-hal yang belum selesai dikerjakan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara



Close Ads