JawaPos Radar

Kran Impor Singkong Dibuka, Petani Lampung Menjerit Merugi

18/09/2016, 08:39 WIB | Editor: Mochamad Nur
Kran Impor  Singkong Dibuka, Petani  Lampung  Menjerit  Merugi
Ilustrasi (radar bangka/JPG)
Share this

JawaPos.com GUNUNGSUGIH- Kebijakan impor membuat petani singkong di Lampung menjerit. Sebabnya, harga singkong di Lampung terjun bebas. 

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo langsung menindaklanjuti keluhan petani dengan berkirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dalam suratnya tertanggal 16 September itu, Gubernur secara tegas meminta agar pemerintah menghentikan atau mengurangi impor tepung tapioka guna menjaga stabilitas harga singkong. 

Gubernur  meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung diberi kewenangan menentukan harga dasar singkong. 

Tak hanya itu, Ridho juga meminta agar pusat mendukung pengembangan diversifikasi olahan ubi kayu. 

“Harga ubi kayu di Lampung mencapai Rp500 per kilogram. Sementara harga selayaknya diterima petani Rp800 perkilogram. Hal ini mengakibatkan petani merugi,” tulis Gubernur dalam suratnya sebagaimana dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (18/9).

Sementara, dari data Badan Pusat Statistik, tahun 2015 produksi singkong Lampung tembus 7,38 juta ton. Angka Ramalan I (Aram) 2016 diperkirakan 7,82 juta ton. 

“Produksi ini menempati peringkat pertama nasional dengan luas panen 298.299 hektare Aram I 2016 melibatkan 497.165 petani,” kata Gubernur. 

Terpisah, Bupati Lamteng Mustafa menyatakan sudah menyampaikan semua keluhan masyarakat, terutama harga singkong. 

"Kita sudah sampaikan kepada menteri soal harga singkong utamanya. Kita berharap ada solusi dari pusat," katanya. (sya/wdi/nas/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up