alexametrics

Menperin: Produksi Otomotif Meningkat, Pelumas Wajib SNI

18 Maret 2019, 16:14:24 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai, industri otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan baik. Tercermin dari jumlah total produksi kendaraan mobil sepanjang 2018 menembus angka lebih dari 1,3 juta unit atau senilai USD 13,762 miliar. Begitu pula dengan produksi kendaraan motor yang telah menembus angka diatas 7 juta unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan populasi dan produksi kendaraan bermotor tersebut, maka kebutuhan pelumas dalam negeri dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. 

Berdasarkan data BPS, nilai impor pelumas untuk 5 (lima) Pos Tarif yang diberlakukan SNI wajib, pada tahun 2018 mencapai sekitar USD 281 juta atau meningkat 0,9 persen dibandingkan nilai impor tahun 2017 yang mencapai USD 252,7 juta.

“Meningkatnya kebutuhan pelumas tersebut tidak seimbang dengan meningkatnya produksi pelumas dalam  negeri sehingga ketergantungan terhadap impor masih tinggi,” ujarnya Senin (18/3).

Menurutnya, dalam rangka perlindungan konsumen terhadap dampak negatif potensi beredarnya produk pelumas yang bermutu rendah serta dalam rangka mewujudkan persaingan usaha yang sehat antara pelaku usaha industri pelumas, pada akhir tahun 2018 Kementerian Perindustrian menetapkan Pemberlakuan SNI Pelumas secara wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian nomor 25 Tahun 2018.

“Dengan pemberlakuan SNI wajib pelumas diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan utilisasi industri pelumas dalam negeri sehingga dapat  memenuhi peningkatan kebutuhan pelumas untuk industri otomotif nasional,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri

Menperin: Produksi Otomotif Meningkat, Pelumas Wajib SNI