alexametrics

Kecelakaan Pesawat Boeing, Herrmann Law Group Gugat FAA AS

18 Maret 2019, 12:33:08 WIB

JawaPos.com – Perusahaan Boeing menjadi sorotan dunia pasca terjadinya kecelakaan pesawat. kantor Pengacara Herrmann Law Group yang mewakili 21 keluarga korban dari 188 korban kecelakaan Lion Air JT 610 menuntut Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Pengacara Charles Herrmann mengatakan, bahwa pernah mengajukan gugatan kepada Boeing, melalui Pengadilan Negeri Seattle, AS.

“Kami juga akan mengajukan tuntutan kepada pihak FAA. Sebelumnya saya hanya menuntut Boeing dan Lion Air, ” ujar Charles Herrmann di Fairmont Hotel Jakarta, seperti diberitakan Senin (18/3).

Menurutnya, kesalahan FAA fatal. FAA sebagai regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat memberi sertifikasi terbang produk pesawat terbang yang tidak memberikan informasi detil kondisi mesin pesawat.

“Atas nama keluarga korban, kami akan mengajukan permohonan gugatan hukum yang sebelumnya telah diajukan kepada Boeing. Akan tetapi membutuhkan waktu 6 bulan agar gugatan tersebut bisa diajukan ke pengadilan,” tuturnya.

Charles Herrmann menjelaskan, pengajuan gugatan baru bisa disetujui setelah melalui proses komplain yang ditujukan kepada pihak pengadilan terlebih dahulu. Pihaknya baru dapat mengajukan gugatan setelah melalui proses komplain kepada pengadilan sehingga pihak FAA bisa mengumpulkan bukti-bukti di mana posisi mereka saat ini.

“Tuntutan diajukan kepada Pengadilan Seattle negara bagian Washington, Amerika Serikat tempat di mana Boeing memproduksi, merakit, dan memasarkan pesawat jenis 737 MAX 8,” jelasnya.

Lebih jauh Charles Herrmann menegaskan bahwa hasil investigasi serta bukti-bukti yang sedang dikumpulkan akan membuktikan bahwa Boeing memiliki andil yang cukup besar dalam kecelakaan tersebut.

Adapun bukti-bukti dari hasil investigasi di antaranya sensor pesawat yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, tidak adanya informasi kepada pilot soal sistem komputer pesawat yang berbeda dengan tipe sebelumnya, juga adanya dugaan Boeing telah melanggar aturan soal kelayakan produk.

Charles Herrmann menambahkan, pilot tidak tahu ada sistem komputer baru MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang diinstal di pesawat baru Boeing 737 MAX.

“Pastinya pilot tidak diberi informasi oleh Boeing yang harus dilakukan ketika sistem komputer tersebut tidak berfungsi,” jelas Charles Herrmann.

Pihaknya melihat musibah jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302, 10 Maret 2019 memiliki pola-pola yang serupa dengan Lion Air JT 610.

Bahkan Charles Herrmann menyakini, dua musibah yaitu Ethiopian Airlines ET 302, 10 Maret 2019 dan Lion Air JT 610, pada 29 Oktober 2018, sama-sama pesawat baru dengan usia yang baru beberapa bulan.

“Musibah jatuh pesawat tersebut di tengah cuaca cerah, dan kedua pilot dari masing-masing pesawat meminta izin untuk memutar balik pesawat untuk kembali ke bandara asal. Kami bisa melihat ada kemiripan dan penyebab kecelakaannya kemungkinan sama,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri

Copy Editor :

Kecelakaan Pesawat Boeing, Herrmann Law Group Gugat FAA AS