JawaPos Radar

Ngurah Rai dan Lima Bandara Lain Akan Terkena Imbas Pertemuan IMF

18/03/2018, 08:52 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ngurah Rai dan Lima Bandara Lain Akan Terkena Imbas Pertemuan IMF
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Indonesia didapuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan Badan Moneter International (IMF) dan Bank Dunia. Menurut rencana, perhelatan tersebut diselenggarakan pada tangal  8 - 14 Oktober 2018 di Bali. Sebagai langkah mengantisipasi lalu-lintas penerbagang yang terlalu padat di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Angkasa Pura I menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif. Bertujuan untuk menambah jumlah kapasitas parkir pesawat atau parking stand.

Perluasan apron tersebut di antaranya dilakukan di Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Lombok Praya. Perluasan bandara akan selesai pada Oktober 2018.

Sementara itu, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara El Tari Kupang selesai dan mulai beroperasi pada Bulan September dan Agustus 2018. Direktur Utama AP I, Faik Fahmi menerangkan Kementerian Perhubungan juga memberikan dukungan dengan melakukan perluasan apron Bandara Blimbingsari, Banyuwangi agar dapat menampung empat pesawat narrow body dan dua pesawat ATR.

"Dengan dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak, diharapkan ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia ini; khususnya terkait pelayanan perpindahan moda transportasi di Bandara Bali; dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman," kata Faik dalam keterangan resmi, Minggu (18/3).

Adapun, untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri, Faik menyebut antispasi dengan melakukan perluasan apron sehingga kapasitas parking stand menjadi 64 dari kondisi eksisting sebanyak 53 parking stand. Selain itu juga dilakukan penambahan 2 rapid exit taxiway menjadi total 4 dari 2 rapid exit taxiway. "Penambahan dua rapid exit taxiway ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat dari 30 pesawat per jam menjadi 33 pesawat per jam," ujarnya.

Demikian pula dengan konter check-in internasional yang akan diperluas dan diperbanyak dari 96 unit konter check-in seluas 2.470 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi. Dari sisi parkir kendaraan di sisi darat, kapasitasnya bertambah sebanyak 1.600 unit. 

“Penambahan rapid exit taxiway, perluasan apron, dan penundaan sementara overlay runway selama kegiatan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia tersebut akan menambah daya tampung penumpang hingga 22.650 penumpang per hari, dan jumlah tersebut sudah melebihi dari perkiraan delegasi yang akan hadir sebanyak 17.000,” ungkapnya.

Adapun, penambahan jumlah parking stand lima bandara lain yang terkena imbas perhelatan IMF adalah;

1.Bandara Juanda Surabaya dengan penambahan jumlah parking stand untuk 7 narrow body atau 3 wide body.

2. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan penambahan jumlah parking stand untuk 6 narrow body atau 3 wide body.

3. Bandara Lombok Praya dengan penambahan jumlah parking stand untuk 8 narrow body atau 4 wide body.

4. Bandara Adi Soemarmo Solo dengan penambahan jumlah parking stand untuk 6 narrow body atau 3 wide body.

5. Bandara El Tari Kupang dengan penambahan untuk 5 small aircraft.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up