alexametrics

BRI Mengharap BI dan OJK Bantu Cegah Fraud Akibat Kejahatan Cyber

18 Maret 2018, 13:33:59 WIB

JawaPos.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menduga, keberadaan sindikat internasional mengincar perbankan melalui tindak kejahatan skimming.

Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengatakan, kasus yang menimpa BRI tersebut membuat managemen sibuk menelusuri pelaku kejahatan. Selain kejahatan skimming, BRI juga diserang kasus pembobolan uang nasabah melaui one time password (OTP). “Masalah tidak hanya skimming tapi juga OTP,” ujarnya seperti diberitakan Minggu (17/3).

Menurutnya, saat ini pihak perbankan menghadapi ancaman cyber security. Pihak perbankan tak boleh lengah sehingga terus melalukan inovasi. Sebab, peretas semakin pintar melakukan pembobolan bank. “Ancaman makin masif dengan adanya dunia digital di financial Service paling seksi karena menyangkut duit,” tuturnya.

Indra mengatakan, pihak Managemen Risiko bekerja mengorbankan waktu tidur. Untuk mencegah terulangnya skimming dan penipuan OTP. “Big data jadi tools yang ikut membantu menekan kemungkinan fraud. Paling tidak fraud jangan sampai melebar. Kita akan kembangkan namanya warning. Kalau di curigai kita kontak. Kalau iya hanya di stop Jangan sampai berkali-kali,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, agar otoritas Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut membantu  Serta saling bersinergi bersama perbankan mencegah fraud di perbankan. “Upaya harus butuh kerjasama dengan polisi atau otoritas supaya jejaring skiming bisa diberantas,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (mys/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads
BRI Mengharap BI dan OJK Bantu Cegah Fraud Akibat Kejahatan Cyber