JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ingin Terhindar Kemacetan? Beli Rumah Di Kawasan Bekasi

17 November 2018, 16:50:20 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ingin Terhindar Kemacetan? Beli Rumah Di Kawasan Bekasi
Ilustrasi properti di dekat jalur trasnportasi (Rumah)
Share this

JawaPos.com - Mengacu data BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabotabek) tahun 2015, setiap hari terjadi mobilitas kaum suburban dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sebanyak 996 ribu dan sebanyak 38 persen diantaranya berasal dari Bekasi. 

Sedangkan  dari Ditlantas Polda Metro Jaya tahun 2015 menyebutkan, jumlah sepeda motor setiap harinya bertambah 4.500 unit, dan mobil bertambah sejumlah 1.500 unit per hari. Sedangkan total panjang jalan di DKI Jakarta mencapai 5.621,5 km dan hanya bertambah 0,01 persen per tahun. 

Peta situasi ini jelas memberikan gambaran tentang problem kemacetan yang melanda akses masuk Ibukota setiap harinya. Kerugian akibat kemacetan ini diperkirakan mencapai 28 Triliun setiap tahun.

Pemerintah pusat telah mengambil langkah strategis, dengan membangun LRT Jabodebek dengan total panjang jalur mencapai 82 km. Untuk fase pertama, akan dibangun jalur Cawang – Cibubur sepanjang 14,8 km, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas 11,5 km, dan Cawang – Bekasi Timur 18,5 km. Sedangkan untuk fase 2, meliputi jalur Dukuh Atas - Palmerah – Senayan sepanjang 7,8 km, Cibubur - Bogor 25 km, dan Palmerah – Grogol 5,7 Km.

Dengan adanya moda transportasi ini, yang akan mendapatkan keuntungan adalah kaum suburban yang tinggal di sisi luar Jakarta, namun sehari-hari bekerja di Jakarta. Kehadiran LRT, selain memberikan alternatif moda transportasi publik, juga akan mengurangi waktu tempuh para kaum suburban yang tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta.

Dikutip dari situs www.lrtjabodebek.com, Pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 telah mencapai 48,3 persen. Untuk persentase dari lintas pelayanan Cawang-Cibubur sudah mencapai 70,7 persen. Sedangkan, pada lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas, saat ini mencapai 36,3 persen, dan Cawang-Bekasi Timur, telah mencapai 41,2 persen.

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Al Rasyid mengatakan, selama ini, problem masyarakat kaum sub urban yang tinggal di Bekasi adalah masalah kemacetan. Setelah nanti LRT beroperasi, publik khususnya kaum suburban yang tinggal di Bekasi, akan dipermudah dengan bertambahnya pilihan moda transportasi. 

“Ini tentunya akan membuat mobilitas kaum suburban semakin cepat. Bila saat ini dari Bekasi menuju pusat kota Jakarta membutuhkan waktu lebih dari satu jam, dengan LRT akan lebih cepat menuju pusat-pusat bisnis di Jakarta,” ujarnya.

Selain berkurangnya waktu tempuh perjalanan bagi kaum suburban, lebih dari itu, kata dia, akan mampu memecah titik kemacetan yang selama ini menghantui masyarakat. Keberadaan LRT juga akan berdampak terhadap tumbuhnya kawasan hunian yang berada di sekitar stasiun LRT. 

“Kaum sub urban akan memilih hunian yang berdekatan dengan stasiun LRT karena sangat memudahkan mobilitas. Di Negara -negara lain, hunian yang berdekatan dengan akses transportasi, akan menjadi pilihan kaum suburban,” imbuhnya.

Harun menambahkan, efek lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun LRT. Adanya kawasan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) di sisi stasiun LRT, juga akan memberikan dorongan aktivitas ekonomi. Ibaratnya, ‘ada gula, ada semut’. Di stasiun LRT akan terjadi mobilitas manusia, dan itu yang menjadi magnet

“Bergeraknya aktivitas ekonomi. Keberadaan sarana kuliner, maupun perniagaan lainnya, akan memberikan dampak ekonomi yang besar,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up