JawaPos Radar

Alasan Pemerintah Ubah Asumsi Kurs Rupiah Jadi Rp 15.000 per USD

17/10/2018, 08:42 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Alasan Pemerintah Ubah Asumsi Kurs Rupiah Jadi Rp 15.000 per USD
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PPN Bambang Brodjonegoro menghadiri rapat kerja dengan komisi XI DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (10/9). (Hendra Eka/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Pemerintah telah menyepakati perubahan Asumsi Makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 melalui Badan Anggaran (Banggar). Dalam putusan Banggar tersebut, telah diputuskan perubahan asumsi dasar makro APBN 2019 pada nilai tukar Rupiah sebesar Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (USD)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, tekanan perekonomian global jadi alasan pemerintah kembali menaikkan asumsi nilai tukar Rupiah tersebut. Bahkan, proyeksi dari lembaga keuangan mengenai rata-rata nilai tukar Rupiah untuk 2019 bervariasi yaitu antara Rp 15.000 hingga di level Rp 15.500.

“Angka tersebut dipatok mengingat rata-rata nilai tukar di 2018 saja naik menjadi Rp 15.000 per USD. Namun tentu dalam tiga bulan ke depan range-nya antara Rp 14.800 hingga 15.200, sehingga keseluruhan kurs untuk tahun 2018 kurs rata-rata adalah Rp 15.000," ujarnya di Gedung DPR, Selasa (16/10).

Sri Mulyani memaparkan lebih jauh, dengan asumsi sebesar Rp 15.000 per USD, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami perubahan asumsi menjadi 5,12 persen dari perkiraan awal yang mencapai 5,30 persen.

Selain itu, kata Sri Mulyani, dengan asumsi Rupiah Rp 15.000 per USD, maka komponen investasi juga akan mengalami perubahan dari proyeksi awal pemerintah yang dipatok sebesar 6,95 persen, levelnya diproyeksikan turun menjadi 6,51 persen. Kemudian, lanjutnya, komponen konsumsi rumah tangga yang juga ikut turun dari proyeksi awal sebesar 5,08 persen menjadi 5,07 persen di 2019.

Sementara itu, proyeksi awal pemerintah untuk ekspor di 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,28 persen. Melalui penyesuaian nilai tukar, outlook kemudian naik tipis menjadi 6,73 persen.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up