alexametrics

Kata Bahlil Soal Skandal World Bank

17 September 2021, 19:27:30 WIB

JawaPos.com – Kementerian Investasi bicara mengenai skandal penyimpangan data untuk laporan Doing Business atau kemudahan berusaha 2018 dan 2020 di Bank Dunia (World Bank). Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pada bulan Juli pemerintah langsung melakukan penyelidikan secara internal. Sehingga, pada akhirnya World Bank menghentikan laporan tersebut.

“Jadi harus kalian tahu juga bahwa negara yang kita agung-agungkan atau institusi yang kita agung-agungkan bersih itu ternyata ya gitu deh, jadi nggak semuanya juga yang kita pikir bagus itu bagus, ini ada lompat indahnya juga,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual,” Jumat (17/9).

Menurutnya, ternyata ada metode lain yang dilakukan Bank Dunia untuk memberikan penilaian kemudahan berusaha kepada negara-negara. Namun, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait hal itu.

Bahlil mengungkapkan, kemudahan berusaha di Indonesia akan semakin baik, apalagi setelah Undang-undang Cipta Kerja berlaku. Saat ini pemerintah menargetkan indeks kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) berada di peringkat 40-50 dari yang saat ini berada di peringkat 73.

Rasa optimisme tersebut karena semakin mudahnya kepengurusan izin maupun insentif para pengusaha untuk berusaha di Indonesia. Sehingga, iklim investasi Indonesia semakin kompetitif.

“Indonesia semakin kompetitif dalam konteks bagaimana mengurus izin ataupun insentif, ataupun men-set pola pikir birokrasi dan penjabat-pejabat di Indonesia, sudah bagus ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bank Dunia mengumumkan menghentikan laporan Doing Business atau kemudahan berusaha yang selama ini dirilis setiap tahun. Hal itu dilakukan setelah penyelidikan internal mengungkap ada penyimpangan data. Skandal penyimpangan data Doing Business terjadi untuk laporan 2018 dan 2020 yang dilaporkan secara internal pada Juni 2020. Sejak itu manajemen Bank Dunia menghentikan sementara laporan Doing Business untuk memulai serangkaian tinjauan dan audit laporan dan metodologinya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads