JawaPos Radar | Iklan Jitu

2 Tahun Lagi, Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

17 September 2018, 14:37:06 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
2 Tahun Lagi, Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro tak memungkiri jika Indonesia saat ini masih dalam kategori negara berpenghasilan rendah. Sudah 15 tahun Indonesia masih terjebak dalam kondisi itu.

Indonesia masih terjebak dalam posisi bawah kelompok negara-negara yang masuk ke dalam kategori middle income dengan pendapatan USD 3.900 per kapita.

Dari data Bank Indonesia tahun 2016, negara-negara yang masuk ke dalam kelompok lower middle income dengan pendapatan antara USD 1.006 - USD 3.955 per kapita, antara lain Vietnam, Filipina dan Ukraina.

"Dari segi pembangunan bahwa Indonesia posisi hari ini masih dikategorikan negara berpendapatan menengah bawah. Kita masih ada dijebakan ini cukup lama dari 2002-2003 sampai tahun ini," ujarnya dalam diskusi FMB 9 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/9).

Dia melanjutkan, kondisi itu diperkirakan akan berubah pada satu-dua tahun mendatang. Indonesia disebut akan naik kelas menjadi kategori negara berpenghasilan menengah atas dengan rentang pendapatan USD 4.000 - USD 12.000.

Menurut dia, hal itu dipicu oleh pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang terus membaik. Selain itu, upaya-upaya pembangunan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir akan mulai terasa dampaknya.

"Data yang kami lihat kalau tidak tahun depan atau 2020 Indonesia akan naik kelas dari bawah bisa ke atas. Tentunya effort yang dilakukan pemerintah sekarang inilah yang membuat Indonesia bisa menjadi negara berpendapatan menengah atas," jelas dia.

Nantinya, potensi tersebut akan menjadi pembahasan dalam pertemuan tahunan Internasional Monetary Fund (IMF) World Bank. Sebab, Indonesia menjadi percontohan dari upaya kenaikan kelas tersebut.

"Ini jadi tema IMF WB, mereka punya misi bagaimana negara di dunia ini kesejahteraan naik," tandasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up