JawaPos Radar

Gawat! Gara-gara Aturan Ini Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam Terancam

17/02/2018, 10:07 WIB | Editor: Mochamad Nur
Gawat! Gara-gara Aturan Ini Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam Terancam
Ilustrasi ekspor mobil Indonesia ke sejumlah negara tetangga (Istimewa)
Share this image

Jawapos.com - Ekspor mobil ke Vietnam terancam terhenti menyusul kebijakan negara ini memperketat aturan impor mobil dari Indonesia. Vietnam menganggap Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah diterapkan selama ini belum cukup sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Regulasi impor yang dikeluarkan Vietnam melalui Decree No. 116/2017/ND-CP (Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly, and Import Of Motor Vehicles and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services) mengatur sejumlah persyaratan untuk kelaikan kendaraan termasuk emisi dan keselamatan. Regulasi ini mulai berlaku pada 1 Januari 2018.

"Persyaratan yang ditetapkan Vietnam berpotensi membuat ekspor mobil penumpang Indonesia ke Vietnam terancam terhenti. Dengan pemberlakuan Decree 116 tersebut, potensi ekspor yang hilang diprediksi mencapai USD 85 juta selama periode bulan Desember 2017-Maret 2018," jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan di Jakarta, Sabtu (17/2).

Gawat! Gara-gara Aturan Ini Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam Terancam
Ilustrasi produksi mobil sejumlah ATPM (Istimewa)

Oke menilai, ketentuan yang dikeluarkan Indonesia sebenarnya juga sangat mendukung dan lengkap, tetapi masih dianggap belum dapat memenuhi standar kelengkapan persyaratan di Vietnam. Padahal sertifikasi yang dilakukan otoritas di Vietnam dan Indonesia menggunakan proses dan peralatan uji yang sama.

Asal tahu saja, Vietnam merupakan pasar ekspor otomotif yang sangat menjanjikan bagi Indonesia. Berdasarkan data BPS, ekspor mobil penumpang asal Indonesia ke Vietnam sepanjang Januari–November 2017 tercatat sebesar USD 241,2 juta.

Nilai ini meningkat 1.256,5 persen (YoY) dibandingkan tahun 2016 yang sebesar USD 17,782 juta. Indonesia bahkan menempati peringkat ke-3 negara pengekspor mobil penumpang ke Vietnam setelah Thailand dan China dengan pangsa pasar 13,12 persen.

Lakukan Lobi ke Vietnam
Kebijakan itu direspons Indonesia dengan melakukan lobi-lobi khusus. Tim Delegasi RI yang terdiri atas unsur Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berencana bertolak ke Vietnam pada 26 Februari 2018 mendatang.

"Pemerintah Indonesia sangat keberatan dengan regulasi tersebut dan akan melakukan pendekatan persuasif dan melobi otoritas di Vietnam. Saat ini telah dibentuk tim Delegasi RI yang akan dipimpin langsung oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan untuk melakukan negosiasi dan melobi pihak Vietnam," jelas Oke.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan mengatakan akan terus memantau perkembangan yang terjadi pasca diberlakukannya regulasi impor tersebut.

"Kami akan terus menjalin komunikasi dengan KBRI Hanoi. Kami juga berharap negosiasi yang akan dilaksanakan Tim Delegasi RI dapat membuka hambatan akses pasar ekspor mobil penumpang Indonesia ke Vietnam," pungkasnya.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up