JawaPos Radar

Dunia Usaha Beralih ke Obligasi, Kredit Perbankan Terancam Mandek

17/02/2018, 17:22 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Dunia Usaha Beralih ke Obligasi, Kredit Perbankan Terancam Mandek
Ilustrasi (Beky Subechi/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Tingkat suku bunga yang tinggi membuat dunia usaha mulai mengalihkan kredit melalui obligasi. Tren tersebut dinilai akan membahayakan bagi perbankan.

Di lahin pihak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pinjaman kredit sebesar 10 - 12 persen pada tahun ini. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengamini kondisi tersebut. Menurutnya, bunga kredit perbankan yang masih di atas 10 persen cukup memberatkan.

"Betul (berbahaya) karena kreditnya masih diatas 10 persen maka perusahaan kini makin kreatif untuk cari pendanaan alternatif salah satunya menerbitkan obligasi. Bunga obligasi korporasi ada dikisaran 7-9 persen," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (17/2).

Secara administrasi, lanjut Bhima, beberapa perusahaan juga lebih mudah menerbitkan obligasi daripada mengajukan kredit ke perbankan. Dengan kondisi tersebut, diperkirakan pertumbuhan kredit perbankan tidak akan mencapai dua digit. "Tentu ini pengaruhnya besar ke pertumbuhan kredit perbankan. Proyeksi pertumbuhan kredit thun ini akan berada di range 8,5 - 9,5 persen," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up