alexametrics

Di Tengah Gejolak Geopolitik Global, Ekonomi Indonesia Tetap Optimis

17 Januari 2019, 16:44:36 WIB

JawaPos.com – CEO Schroders Indonesia, Michael Tjoajadi memandang, perekonomian global di tahun 2018 cukup bergejolak dan penuh ketidakpastian, kondisi tersebut diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2019. 

Menurutnya, sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian global banyak mempengaruhi pasar Indonesia antara lain sentimen negatif akibat isu perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) serta pelemahan rupiah, yang membuat Bank Indonesia (BI) turut menaikkan suku bunga acuan. Meski demikian, Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif. 

“Pada tahun 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif didukung oleh pemulihan daya beli domestik,” ujarnya di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (17/1).

Michael memaparkan, hal tersebut tercermin dari pasar modal dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami kenaikan. Artinya, para investor tetap optimis dan  masih percaya bahwa Indonesia dapat menjadi ladang investasi yang menarik. 

“Pasar modal Indonesia pun mulai bergairah di mana para investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia,” tuturnya.

Meskipun demikian, Michael mengingatkan, Indonesia harus waspada terdapat geopolitik global yang menjadi sentimen negatif perekonomian dalam negeri.

“Kita harus tetap waspada dengan kondisi ekonomi global yang dapat berimbas pada kondisi pasar domestik,” tandasnya.

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads
Di Tengah Gejolak Geopolitik Global, Ekonomi Indonesia Tetap Optimis