JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hadapi Pasar Global, 44 Pasar Tradisional Terapkan E-Retribusi di 2020

16 November 2018, 07:05:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pasar Tradisional
ILUSTRASI: Menghadapi pasar global, Pemkot Solo akan menerapkan sistem pembayaran retribusi elektronik atau e-retribusi di 44 pasar tradisional yang ada. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menghadapi pasar global, Pemkot Solo akan menerapkan sistem pembayaran retribusi elektronik atau e-retribusi di 44 pasar tradisional yang ada. Saat ini, sudah ada 14 pasar tradisional yang sudah menerapkan e-retribusi. Pemkot menargetkan di tahun 2020 mendatang seluruh pasar tradisional sudah menerapkan e-retribusi. 

14 pasar tradisional yang sudah menerapkan e-retribusi seperti Pasar Gede, Klewer, Pasar Depok, Singosaren, Harjodaksino. Selain itu, e-retribusi juga sudah diterapkan di pasar Gading, Ayu, Tanggul, Sangkrah, Jongke dan sejumlah pasar yang lainnya.

"Penerapan e-retribusi ini salah satunya untuk menekan terjadinya praktik pungutan liar (pungli)," terang Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, Kamis (15/11). 

Di samping itu, lanjut Subagiyo, juga untuk menghadapi pasar global. Menurutnya, agar pasar tradisional mampu bersaing di pasar global salah satunya adalah dengan penerapan e-retribusi. Maka dari itu, Pemkot pun menargetkan di tahun 2020 mendatang seluruh pasar tradisional sudah menerapkan e-retribusi. "Sekarang penerapan e-retribusi baru diterapkan di pasar menengah ke atas," imbuh Subagiyo. 

Guna menyukseskan target tersebut, Subagiyo menambahkan, Pemkot menggandeng pihak perbankan. Saat ini sudah ada sejumlah bank yang bekerja sama terkait penerapan e-retribusi. Seperti bank Jateng, BTN dan juga BNI. Subagiyo optimis penerapan e-retribusi akan lebih efektif dibandingkan dengan retribusi manual. 

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, penerapan e-retribusi ini uang retribusi akan langsung masuk ke rekening kas daerah. Dengan begitu, maka praktik pungli bisa dihindarkan. "Semoga seluruh pasar tradisional bisa terapkan e-retribusi, sekarang baru 14 pasar tradisional," urainya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up