JawaPos Radar | Iklan Jitu

Antrean Mengular, Program Nontunai di SPBU Perlu Dievaluasi

16 November 2018, 17:06:37 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Antrean SPBU
MENGULAR: Antrean panjang pengisian BBM di salah satu SPBU di Kota Padang. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) diminta untuk melakukan evaluasi program transaksi nontunai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), khususnya untuk BBM jenis premium. Pasalnya, sejak program ini dijalankan per September 2018 lalu, antrean panjang selalu terjadi di SPBU yang telah menerapkan sistem tersebut.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengaku mendapat banyak keluhan terkait hal tersebut. Bahkan, antrean di SPBU itu juga memicu kemacetan panjang dan nyaris terjadi setiap hari.

"Sebetulnya bukan keberatan soal program nontunainya. Tapi, pelaksanaan dari Pertaminanya yang belum maksimal. Sekarang masih pakai mesin gesek dan pencet-pencet, bikin lama," kata Mahyeldi saat diwawancarai sejumlah wartawan, Jumat (16/11).

Wali Kota Padang mengaku telah membicarakan hal ini dengan pihak Bank Indonesia (BI) selaku pionir di balik program transaksi nontunai. Hasilnya, BI juga memandang penerapan transaksi nontunai di lapangan belum optimal.

Menurut Mahyeldi, mesin yang digunakan akan lebih baik berupa model sentuh (tap). Sehingga waktu transaksi setiap kendaraan lebih cepat. "Masukan ke saya sudah banyak. Di SPBU juga tak ada yang kasih tahu arah. Nggak efisien, malah memperlambat dan di SPBU cuma hanya satu jalur premium," kata Mahyeldi.

Selain itu, Pemkot Padang juga berharap agar Pertamina menambah jalur BBM jenis premium. Dengan kata lain, kebijakan yang dibuat harus memudahkan konsumen, bukan malah menyusahkan.

Harusnya, terang Mahyeldi, penerapan transaksi nontunai diimbangi dengan kesiapan mesin transaksi, SDM, pasokan premium yang cukup dengan jalur premium memadai.

Terpisah, Sales Executive Retail Wilayah 8 Sumbar Warih Wibowo mengatakan, pihaknya bakal menerima dan bahkan tunduk pada masukan yang diberikan Pemkot Padang. 

Meski demikian, Pertamina tetap akan berkomitmen mewujudkan transaksi nontunai. "Demi menyukseskan gerakan nontunai ini, akan dibahas bersama dengan sinergi yang lebih intens dengan Pemkot Padang juga selanjutnya," kata Warih.

(ce1/rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up