JawaPos Radar

Tak Hanya Pejabat, IMF-WB Bikin Mahasiswa Dapat Wawasan Ekonomi Dunia

16/10/2018, 05:45 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Tak Hanya Pejabat, IMF-WB Bikin Mahasiswa Dapat Wawasan Ekonomi Dunia
(HANA ADI/JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Pertemuan Tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Group 2018 di Nusa Dua, Bali, telah berakhir. Sejak Senin (15/10), tidak ada lagi aktifitas formal dari para delegasi dan peserta iMF-WB. Sebagian dari mereka telah kembali ke negaranya masing-masing. Sebagian lagi, mungkin masih ada yang ingin berlama-lama menikmati Pulau Dewata.

Acara yang dihadiri oleh 189 negara dan 38 ribu lebih delegasi itu memberikan banyak kenangan. Iya, Indonesia dikenang karena berhasil menyelenggarakan acara berskala internasional itu dengan baik. Seperti yang dirasakan oleh Managing Director IMF Christine Lagarde.

Menurut dia, Indonesia mampu mempersiapkan acara dengan sangat baik dan totalitas. Di sisi lain, sambutan dan antusias dari masyarakat setempat semakin mendukung perasaan itu. "Pencapaian yang hebat. Semua yang ada disini kerja gila-gilaan sejak 3 tahun lalu," ujar Lagarde belum lama ini.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia menyebut pelaksanaan IMF-WB 2018 sudah berjalan baik dan mendapat apresiasi dari para tamu negara serta undangan yang hadir. Hasil itu tentu akan selalu dikenang sang mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini dalam karirnya. 

Bagaimana tidak, kerja keras bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, beserta para menteri dan pejabat lainnya membuahkan apresiasi tinggi. Selain para jagoan itu, kontribusi dari eks Gubernur BI Agus Martowardojo juga patut diacungi jempol. Sebab, dia turut bekerja mempersiapkan pertemuan tersebut sebelum Perry Warjiyo menjadi suksesornya.

"Kesan dari tamu-tamu yang hadir di Indonesia sangat luar biasa. organized acara ini dari mulai kedatangan para volunteer," kata wanita yang akrab disapa Ani itu.

Selain para pejabat tinggi negara, ternyata ada juga mahasiswa yang ikut mensukseskan IMF-WB. Mereka tergabung dalam GenBI. Anak-anak muda itu juga mendapat kenangan indah dari sang mantan. Duh… maaf. Bukan. Maksudnya, dari keikutsertaannya dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Mereka juga terkesan dengan momen langka tersebut.

GenBI merupakan wadah komunitas bagi penerima beasiswa dari BI yang diarahkan untuk menjadi role model dan agent of change bagi masyarakat. Mereka jadi garda depan yang membantu menyampaikan informasi kebijakan BI (front liner). Serta, mengambil bagian sebagai pemimpin Indonesia di masa mendatang (future leader).

Sebelum menuliskan soal kenangan dan kesannya, biarkan saya menjawab rasa penasaran pembaca: kok bisa mahasiswa ikut acara IMF-WB?

Keikutsertaan para generasi bangsa itu merupakan jatah yang diberikan oleh IMF. Sebanyak 12 mahasiswa maupun mahasiswi yang telah mendapat rekomendasi dari berbagai kampus itu, kemudian didaftarkan oleh BI untuk ikut serta.

"Jadi, dari BI mengusulkan ke KPB setiap provinsi. Mengirimkan rekomendasi dan BI mengusulkan ke IMF. Kemudian, ada 12 orang terpilih," kata anggota GenBI asal Universitas Airlangga Surabaya, Muhammad Vinka Lutfian.

Oke, sudah cukup paham kan ya? Mari kita kembali fokus soal kenangan. Menurut Habibulloh Adi Negoro, 21, kesempatan untuk menjadi peserta IMF-WB 2018 merupakan kesempatan langka yang belum tentu bisa terulang dalam waktu dekat. Bagi mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Ilmu Ekonomi itu, melihat dan mendengar langsung pemaparan dari orang-orang hebat di sektor moneter dan keuangan adalah ilmu yang sangat berharga.

"Kami senang sekali bisa dapat kesempatan untuk berpartisipasi di acara ini. Bisa mengundang tokoh-tokoh dunia dan mendengarkan pemaparan. Ada beberapa lembaga keuangan dunia dan lainnya," kata dia.

Senada dengan rekan satu almamaternya, Putra Prima Raka, 21, mengatakan, keikutsertaanya membuat pandangannya semakin luas terhadap kondisi perekonomian domestik maupun global. Bagi pria yang duduk di semester 7 jurusan Ilmu Ekonomi ini, pelaksanaan IMF-WB menunjukkan bahwa Indonesia siap mengadakan event berkelas lainnya.

"Kami merasa bahwa Indonesia siap untuk mengadakan tuan rumah dalam acara internasional. Mulai dari persiapannya di hari pertama, keamanannya, venuenya, panitianya, sampai LO juga dipersiapkan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dengan adanya bencana itu tidak juga menghilangkan persiapan yang luar biasa," ujarnya.

Sementara itu, Salila Adrisikhara Rinjani, 21, mengungkapkan, menjadi peserta IMF-WB merupakan kesempatan emas yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Wawasan yang semakin luas, pemahaman yang terus meningkat, dan berada lebih dekat dengan orang-orang sukses di bidang ekonomi merupakan momentum yang tidak terlupakan bagi dara cantik yang mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Ilmu Akutansi itu.

"Saya jadi tahu pandangan mereka (delegasi) tentang ekonomi seperti apa dan pandangannya juga. Dari IMF juga banyak wisatawan yang tertarik dan lebih paham tentang BI dan tertarik berwisata di sini," ungkapnya.

Memang, bisa berpartisipasi dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB adalah kesempatan yang belum bisa terulang lagi. Itulah kenapa, ilmu dan pengalaman yang didapat harus dibagikan kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

"Kalau kami, pasti bakal sharing ke yang lainnya. Via media sosial dan juga bikin seminar-seminar yang diadakan GenBI. Kebetulan saya jadi pembicaranya," tutup Muhammad Vinka seraya disambut tawa oleh rekan-rekannya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up