JawaPos Radar

Saham Lippo Grup Makin Parah

Seiring Kasus Suap Petinggi Lippo Terungkap

16/10/2018, 12:00 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Saham Lippo Grup Makin Parah
Ilustrasi gedung milik Lippo Grup (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Saham Lippo Grup, pengembang mega proyek hunian Meikarta hari ini makin anjlok setelah tersandung Opersai Tangkap Tangan (OTT) para pejabat dan pemerintah daerah terkait perizinan proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akibatnya, harga saham milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) anjlok sejak kemarin. Saham LPKR saat ini berada di harga Rp 264 per lembar saham, anjlok  26 poin atau 8,97 persen. Sementara harga saham LPCK saat ini berada di harga Rp 1.195 per lembar saham, anjlok tajam 190 poin atau 13,72 persen

Dalam perkara ini KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat Pemkab Bekasi menjadi tersangka penerima suap beserta keempat pejabat lainnya yakni, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi sebagai tersangka.

Seperti diketahui, KPK menduga uang tersebut diberikan oleh Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka pemberi suap.

Terbongkarnya kasus dugaan suap Meikarta ini berawal dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Bekasi dan Surabaya pada Ahad 14 Oktober 2018 hingga Senin, 15 Oktober 2018 dini hari. Dalam operasi itu, KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Sing$ 90 ribu dan Rp 513 juta.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up