alexametrics

Indonesia dan Eurasia Bentuk Working Group Pacu Kerja Sama Perdagangan

16 Februari 2019, 13:08:16 WIB

JawaPos.com – Indonesia dan Eurasia sepakat menandatangani nota kerja sama (MoC) tahun ini untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya bidang perdagangan dan investasi. Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat penandatanganan pernyataaan bersama dengan Menteri Integrasi dan Makroekonomi Komisi Ekonomi Eurasia (EEC) Tatyana D. Valovaya.

Pada pertemuan ini, kedua Menteri menyepakati peningkatan kerja sama bilateral dengan membentukan kelompok kerja bersama. Karena itu, kedua Menteri menginstruksikan pejabat teknis segera memfinalisasi MoC. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang berlangsung pada Desember 2017.

“MoC merupakan suatu bentuk kesepakatan untuk membentuk Joint Working Group yang membahas cara dan upaya meningkatkan perdagangan dan investasi kedua pihak. Sebelumnya, EEC sudah menandatangani MoC serupa dengan beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, Vietnam, dan Kamboja,” ungkap Mendag, Jumat (15/2).

EEC merupakan badan pemerintahan kesatuan integrasi ekonomi di wilayah Eurasia (EAEU) yang dibentuk pada tahun 2014. EAEU beranggotakan negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah seperti Federasi Rusia, Republik Armenia, Republik Belarusia, Republik Kazakhstan, dan Republik Kyrgystan.

“Diharapkan terbentuknya kelompok kerja bersama akan mendorong hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan EEC, penghapusan hambatan perdagangan dan kolaborasi di berbagai sektor yang menjadi mutual interest kedua pihak,” pungkasnya.

Adapun, nilai perdagangan Indonesia-EAEU pada 2017 mencapai USD 2,79 miliar. Pada tahun tersebut ekspor Indonesia ke EAEU sebesar USD 1,25 miliar dengan produk utamanya adalah minyak kelapa sawit (USD 386,75 juta), peralatan mesin (USD 178,16 juta), kopi (USD 78,97 juta), biji palem (USD 77,22 juta), dan margarin (USD 50,92 juta).

Sementara nilai impor Indonesia dari EUEA pada 2017 sebesar USD 1,54 miliar dengan produk utama antara lain produk baja setengah jadi (USD 419,18 juta), pupuk mineral dan kimia (USD 322,45 juta), gandum dan meslin (USD 246,16 juta), serta alumunium (USD 82,89 juta).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Uji Sukma Medianti

Indonesia dan Eurasia Bentuk Working Group Pacu Kerja Sama Perdagangan