alexametrics

Neraca Perdagangan Januari 2018 Defisit, Sri Mulyani Tanggapi Santai

16 Februari 2018, 10:03:53 WIB

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2018 lebih kecil daripada nilai impor. Hal tersebut memicu defisit neraca perdagangan sebesar USD 676,9 juta pada Januari 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi santai. Dia menilai satu sisi defisit itu menggambarkan impor yang meningkat lebih tajam. Selain itu juga merefleksikan kebutuhan dalam negeri yang dibutuhkan untuk produksi menjadi bahan baku maupun barang modal.

Apabila impor adalah bahan baku atau barang modal, itu merupakan suatu indikasi sehat baik itu dari sisi manufaktur maupun dari sisi investasi. “Kita tentu saja perlu untuk menjaganya dalam artian kemampuan kita dalam ekspor dan meningkatkan capital inflow di Indonesia menjadi penting,” terangnya di Kantor Pusat Bea&Cukai, Jakarta, Kamis (16/2).

Namun begitu, Sri Mulyani berharap defisit yang berasal dari impor ini tidak menimbulkan persepsi mengenai risiko eksternal yang bisa saja terjadi terhadap neraca perdagangan dalam negeri. 

Defisit yang terjadi pada Bulan Januari ini lebih dalam dibanding kondisi pada Desember 2017, di mana defisit nilai neraca perdagangan tercatat sebesar USD 220,1 juta.

BPS mencatat, nilai ekspor pada Januari 2018 mencapai 14,45 miliar dolar AS. Sementara, nilai impor mencapai 15,13 miliar dolar AS.

Sementara, jika dilihat dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia pada Januari 2018 mengalami surplus 34,66 juta ton. Kondisi ini dipicu oleh surplus dari sektor nonmigas sebesar 35,06 juta ton.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (uji/JPC)


Close Ads
Neraca Perdagangan Januari 2018 Defisit, Sri Mulyani Tanggapi Santai