JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tips Bisnis Ala Jokowi Bagi PNS yang Mau Pensiun

16 Januari 2019, 12:42:49 WIB
Tips Bisnis Ala Jokowi Bagi PNS yang Mau Pensiun
Presiden Joko Widodo (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) berhati-hati dalam mengelola keuangan supaya bisa mendapatkan nilai tambah ketika pensiun. Hal itu akan erat kaitannya dengan kesejahteraan hidup para pensiunan ASN.

"Saya titip, hati-hati dan cermat dalam mengelola uang tunjangan hari tua," kata Jokowi, Rabu (16/1).

Mantan Walikota Solo itu menilai, para ASN saat ini sebetulnya tak perlu khawatir ketika memasuki masa pensiun. Sebab tunjangan yang didapatkan dari negara sudah lebih dari cukup. Syaratnya, harus pandai mengelola keuangan.

"Apabila pengelolaan keuangan ini benar, betul, ini akan memberikan nilai tambah kesejahteraan bagi kita," tuturnya.

Jokowi mengatakan pendampingan selama masa menjelang dan pasca purna tugas bagi para ASN adalah ajakan yang baik. Dari situ mereka bisa mempelajari bagaimana bisa menciptakan peluang bisnis setelah pensiun.

Sebagai pegawai di instansi pemerintah, memang tidak membuat para ASN terbiasa menjadi wirausaha. Diakui Jokowi hal itu tentu tidak mudah. Namun, peluang usaha itu bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. 

"Misalnya, pensiunan dari kementerian kelautan dan perikanan, kan dekat dengan ikan. Oleh sebab itu, bisnisnya jangan jauh-jauh dari situ, karena ilmunya sudah kita ketahui, keseharian kita bergelut di situ, sehingga untuk memulai lebih mudah," jelasnya.

Dia menuturkan salah satu contohnya adalah pedagang ikan wader yang ditemui Jokowi di ruang pameran SICC, Bogor. Jokowi bercerita ikan yang kelihatannya kecil itu bisa menghasilkan omzet hingga Rp 30 juta per bulan.

"Omzet Rp 30 juta itu hati-hati. Produk makanan untungnya gede. Paling gak 30-40 persen itu ada. Harganya saya lihat. (Ikan) wader saya juga tahu harganya," jelasnya.

Jokowi bilang yang menjadi pelajaran penting adalah bila ingin membuat produk, harus terlebih dahulu mlihat pasarnya. Sebab yang paling sulit adalah proses memasarkannya. "Jadi betul-betul harus dilihat kemana, dimana. Ambil usaha-usaha yang resikonya kecil," kata dia.

 

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Uji Sukma Medianti

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up