alexametrics

Maskapai Keluhkan Kenaikan Harga Avtur, Ini Respons Pertamina

16 Januari 2019, 14:56:53 WIB

JawaPos.com – Sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar avtur PT Pertamina (Persero). Hal itu memicu kenaikan harga tiket beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Manager External Communication Pertamina Arya Dwi Paramita menilai harga avtur yang dibeli oleh maskapai merupakan harga yang sudah disepakati dalam kontrak jangka tertentu. 

“Harganya mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS), maka ketika harga minyak dunia turun, harga avtur juga mengalami penyesuaian. Jadi pada prinsipnya kami yakin harga kami kompetitif,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (16/1).

“Sementara untuk penerbangan non reguler, maka Pertamina akan memberlakukan harga yang berbeda sesua dengan kondisi pasar pada saat itu,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Arya, ada beberapa hal yang mempengaruhi harga avtur selain minyak dunia. Sebut saja nilai tukar mata uang, biaya distribusi, supply chain dan lain-lain.

“Sehingga kita harus cermat jika membandingkan harga avtur di satu bandara dengan bandara yang lain. Karena kondisinya bisa jadi berbeda dan tidak setara untuk diperbandingkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Indonesian National Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara memahami kondisi avtur yang sulit  diturunkan. Hal itu membuat pihaknya bergantung kepada keputusan pertamina untuk menurunkan harga bahan bakar tersebut.

“Saya tidak juga memaksa diturunkan, tapi saya sampaikan ke masyarakat bahwa jika pertamina bisa turun maka kami juga bisa turun (harga tiket),” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa (15/1) kemarin.

Saat ini, Ari belum mendapat komitmen pasti terkait penurunan harga avtur. Jika benar bisa diturunkan, dipastikan harga tiket pesawat ke sejumlah destinasi favorit bisa lebih murah.

“Kami belum dapat konfirmasi definitif dari pertamina, belum dapat konfirmasi dari AP I dan AP II, tapi kami sudah dapat komitmen verbal saja. Sekarang saja Jakarta-Surabaya sudah bisa Rp 500 ribu, Jakarta-Jogja juga bisa Rp 300-400 ribuan,” kata dia. 

Sekedar informasi, mengacu situs Pertamina Aviation, harga Avtur setiap lokasi berbeda. Misalnya, untuk Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, harga Jet A-1 dibandrol Rp 9.800 per liter ke pengiriman pesawat. Sementara di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng harga Jet A-1 yang dijual Pertamina ke pengiriman pesawat sebesar Rp 8.410 per liter. 

Adapun harga Jet A-1 di bandara Juanda Surabaya sebesar Rp 9.080 per liter. Sementara di Bandara Frans Kaisiepo Biak Papua mencapai Rp 11.280 per liter. Adapun harga ini belum termasuk PPN 10 persen dan pajak penghasilan 0,3 persen, harga tersebut juga tidak berlaku untuk penerbangan internasional.

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi



Close Ads
Maskapai Keluhkan Kenaikan Harga Avtur, Ini Respons Pertamina