JawaPos Radar | Iklan Jitu

Trans-Kalimantan Tak Kunjung Rampung, Walkot Balikpapan Sering Diledek

15 Desember 2018, 09:40:51 WIB
Trans-Kalimantan Tak Kunjung Rampung, Walkot Balikpapan Sering Diledek
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (Hana Adi Perdana / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tol trans-Kalimantan hingga saat ini tak kunjung selesai. Tol Balikpapan-Samarinda, baru akan rampung pada April 2019. Kondisi itu rupanya dikeluhkan oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Menurutnya, lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur, membuat investor asing enggan menangkan modalnya di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

"Saya ingin mengeluh ke pemerintah pusat. Di Kalimantan investasi terhambat persoalan infrastruktur. Kita sering mengeluh ke pemerintah pusat, infrastruktur di sana belum beres, Pak," ujarnya di Balikpapan, Jumat (14/12).

Hal itu, lanjut Rizal, membuat wilayah Kalimantan Timur menjadi bahan gunjingan warga Kalimantan Selatan. Pasalnya, kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kaltim tidak mendukung kemudahan akses sebagai penghubung wilayah Kalimantan. 

"Kalau kita jalan darat dari Banjarmasin ke Balikpapan, dia bilang kalau masih tertidur itu jalannya trans-Kalimantan Selatan. Kalau sudah terbangun itu punya Kalimantan Timur. Satu-satunya yang belum beres itu trans-Kalimantan. Di Jembatan Pulau Balangan itu hampir 20 tahun belum selesai. Ini salah satu tantangan kita di Kalimantan," ungkapnya. 

Padahal, kata Rizal, wilayah Kaltim dan sekitarnya punya potensi besar membantu Pulau Jawa dalam mengurangi kepadatan. Di sisi lain, dengan segudang potensi alam yang dimilikinya, Kaltim juga merupakan aset masa depan Indonesia.

"Pemerintah pusat tahu betul bahwa wilayah Kalimantan sangat memungkinkan berkembang di masa mendatang. Karena jumlah penduduknya kecil, wilayahnya sangat luas. Untuk mengurangi tekanan di Pulau Jawa, baik dari aspek penduduk maupun industri, maka tempat barunya Kalimantan. Kalau infrastruktur tidak terbangun tentu investasinya tidak jalan," pungkasnya.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : (ce1/hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini