JawaPos Radar | Iklan Jitu

Berbuah Manis, Dekonsolidasi Lippo Cikarang Positif

15 November 2018, 18:38:01 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Berbuah Manis, Dekonsolidasi Lippo Cikarang Positif
Ilustrasi gedung milik Lippo Grup. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta berbuah manis. Emiten berkode LPCK itu meraup laba bersih Rp 2,90 triliun atau naik 593 persen pada kuartal III 2018 lalu. 

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada menilai kinerja Lippo Cikarang pada kuartal III lalu menjadi sentimen positif pasar di tengah lesunya bisnis properti dan berkah dari dekonsolidasi anak usaha LPCK. 

Menurut Reza, hasil dekonsolidasi anak usaha harusnya terlihat di priode laporan kinerja keuangan selanjutnya. 

“Kalau terkait aksi dekonsilidasi, terlihat nanti di priode berikutnya dan sekarang belum terlihat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/11).

Reza menyampaikan, berdasarkan pengalaman sebelumnya bila ada perusahaan melepas kepemilikan di suatu anak usaha atau entah itu dialihkan kepemilikan sahamnya, baik itu dijual, diprivatisasi, atau apapun istilahnya yang penting tidak ada di perusahaan tersebut, maka pencatatan keuangan konsolidasi tidak akan memasukan anak usaha tersebut.

Selanjutnya soal dugaan pembeli saham MSU dari luar negeri dan terafiliasi dengan Lippo, kata Reza, kemungkinan saja ada keterkaitan karena belum ada penjelasan juga siapa pembeli saham ini. 

”Namanya konglomerasi kan apapun memungkinkan. Yang penting diharapkan sesuai aturan-aturan hukum yang berlaku,” kata Reza.

Seperti diketahui, laporan keuangan LPCK kuartal II 2018, manajemen Lippo Cikarang sudah menyampaikan bila sejak Maret 2018 perusahaan telah mengalihkan 50,01 persen saham MSU kepada dua pihak. Yakni, Hasdeen Holdings Ltd., dan Masagus Ismail Ning. 

Dalam perjanjian jual beli bersyarat pada 10 Maret 2017 itu sendiri  Hasdeen sepakat menyuntik modal sebesar USD 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun secara bertahap hingga Desember 2018. Kepemilikan saham PEAK di MSU tidak melebihi 50 persen. 

PT Lippo Cikarang Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,84 triliun di kuartal tiga 2018 atau tumbuh 50 persen dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Sementara laba kotor Rp 1,05 triliun, naik 102 persen dan kantungi laba bersih sebesar Rp 2,90 triliun naik 593 persen terutama yang berasal dari dekonsolidasi anak perusahaan LPCK, PT Mahkota Sentosa Utama, sebesar Rp 2,35 triliun.

Pada kuartal tiga 2018, pendapatan rumah hunian dan apartemen sebesar Rp717 miliar turun 24 persen dari periode yang sama tahun 2017, menyumbang 39 persen dari total pendapatan. Sementara pendapatan dari industri dan komersial tercatat sebesar Rp 875 miliar, berkontribusi 48 persen terhadap total pendapatan. Di sisi lain, penghasilan berulang LPCK meningkat menjadi Rp 247 miliar di kuartal tiga 2018 dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 209 miliar.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up