JawaPos Radar

Tips Sukses Jadi Profesional Eksekutif Muda, Ini Rahasianya!

15/10/2018, 11:55 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Tips Sukses Jadi Profesional Eksekutif Muda, Ini Rahasianya!
Melvin Hade sukses menjadi seorang eksekutif muda di usia 23 tahun dengan menduduki karir sekarang konsultan di McKinsey. (Romys Binekasri / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjadi seorang profesional executive yang sukses menjadi impian setiap anak muda. Ternyata di Indonesia juga memiliki progesional muda yang berhasil meraih kesuksesannya di usia yang masih sangat muda dengan perjuangannya sendiri. 

Mengutip pencarian salah satu jejaring sosial yang berfokus pada akses profesional dan bisnis LinkedIn, Melvin Hade sukses menjadi seorang eksekutif muda di usia 23 tahun dengan menduduki karir sekarang konsultan di McKinsey.

Melvin bercerita, kunci sukses yang tertanam sejak kecil adalah keinginan yang besar untuk menjadi orang yang paling unggul di anak seusianya. Mindset tersebut telah tertanam sejak usia Sekolah Dasar (SD). 

Kesulitan ekonomi keluarganya membuat Melvin kecil tak bisa meneruskan sekolahnya di sekolah unggulan pada saat itu. Namun akhirnya dirinya mendapatkan kesempatan dengan memperoleh beasiswa.

Ambisi yang kuat untuk terus menjadi individu paling unggul terbiasa hingga remaja dan dewasa. Bahkan, sejak pertamanya kuliah di Universitas Indonesia (UI) Melvin menghabiskan waktu libur semesternya untuk magang di perusahaan-perusahaan bonafit. Melvin menawarkan hal hal yang sangat berbeda untuk bisa diterima, yaitu dengan membuat proyeksi market Outlook dalam sebuah buku.

“Ketika bertemu dan interview dengan direkturnya saya merepresentasikan ekonomi outlook. Itu titik awal bagaimana saya bisa dapat magang. Harus beda. Profesional harus punya sesuatu untuk diingat,” ujarnya seperti diberitakan Senin (15/10).

Dalam catatannya, Melvin magang di perusahaan-perusahaan bonafit sepeti Bank UOB, Credit Swiss, Uber Indonesia, hingga Mandiri Sekuritas. Melvin membeberkan, kesan pertama interview menjadi hal yang penting dalam memulai karir yang sukses. Bagi para fresh graduate, selain berpakaian baik dan gaya komunikasi yang menarik, diperlukan juga mengetahui track record orang yang menginterview apabila sampai di tingkat pimpinan atau direksi.

Melvin yang sangat mencintai Indonesia tidak meremehkan kualitas sekolah di Indonesia. Ia mencontohkan, Sri Mulyani bisa menyejajarkan diri dengan para profesional dunia yang sempat menjadi Managing Director World Bank meskipun hanya berasal dari universitas lokal. Seperti dirinya saat memutuskan diri untuk melamar di perusahaan ternama di dunia McKinsey. 

Bahkan, Melvin pun pernah berkesempatan mendampingi pemerintah dalam pertemuan G20.

“Yang lain tuh dari Harvard, Stanford, dan universitas unggulan. Tapi saya yang hanya dari local University bisa,” tuturnya.

Melvin telah membuktikan, untuk menjadi seorang profesional yang sukses di usia muda bukanlah menjadi hal yang mustahil. Dengan kemauan dan usaha yang keras untuk terus menjadi orang yang spesial di antara yang terbaik bisa menjadi kenyataan.

“Ketika lulus sekolah harus punya tujuan. Enggak bisa asal lulus aja. Ada ribuan orang yang lulus, lulusan cumlaude juga banyak, lulus 3,5 tahun juga banyak, dapat IPK tertinggi di UI pun tak sedikit maka harus bikin jadi pembeda,” imbuhnya.

Selain itu, Melvin menambahkan, sebaiknya para fresh graduate mulai memikirkan personal branding yang menarik untuk mendapatkan tawaran karir yang bagus. Bisa dengan memanfaatkan LinkedIn sebagai akses identitas diri agar dilirik oleh perusahaan-perusahaan ternama. Dengan mencantumkan capaian atau track record disetiap magang, bukan hal yang mustahil ketika lulus pekerjaanlah yang mencari kita.

“Saya gunakan LinkedIn untuk track karir. Kalau udah dapat target bikin target baru. Tiap tahun harus dapat target baru di perusahaan mana saya pernah magang. Dari situ saya dapat akses peluang. Personal branding  penting menurut saya,” tandasnya.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up