alexametrics

Singapura Resesi, Menkeu Tetap Waspada Meski Mesin Ekonominya Berbeda

15 Juli 2020, 21:30:17 WIB

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku, pemerintah turut mewaspadai resesi yang dialami oleh Singapura. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pihaknya akan menjaga kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional RI yaitu tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Sri Mulyani menjelaskan, resesi yang terjadi pada Singapura lantaran ekonominya sangat bergantung pada perdagangan internasional. Sehingga, sepanjang wabah Covid-19 berlangsung di hampir semua negara, maka perdagangan pun terhenti. Hal itu yang berdampak pada perekonomian Singapura.

“Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7).

Sri Mulyani menyebut, pemerintah tentu mencermati resesi Singapura meskipun mesin utama perekonomiannya berbeda dari Indonesia. Adapun strategi untuk mencegah tertularnya resesi yaitu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Salah satu upayanya yakni melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar enam klaster sekaligus. “Hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,” tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap dana yang dititipkan kepada perbankan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian agar dapat terhindar dari jurang resesi. “Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku bunga rendah. Kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM mereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya, supaya bisa jalan lagi,” tukas Sri Mulyani.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads