JawaPos Radar

Bos WhiteSky Aviation: Ungkap Tantangan Kembangkan Bisnis Taksi Udara

15/06/2018, 05:54 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Bos WhiteSky Aviation: Ungkap Tantangan Kembangkan Bisnis Taksi Udara
Ilustrasi WhiteSky Aviation (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Keberadaan bisnis 'Taksi Udara' atau lebih dikenal helikopter sudah cukup terkenal di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, maupun Australia. Tapi di Indonesia, bisnis tersebut masih seumur jagung. 

CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja membeberkan tantangan dalam mengembangkan bisnis pesawat capung tersebut. Pertama, keberadaan koridor untuk helikopter masih belum banyak tersedia. Hal itu pun memicu sulitnya operator untuk menerbangkan pesawatnya.  

"Tapi sekarang sudah terjawab karena sudah membolehkan terbang di tengah kota," ujarnya di Wisma Aldiron, Jakarta, Kamis (14/6).

Tantangan kedua, Lanjut Denon, adalah soal keterjangkauan biaya yang dibebankan kepada pengguna jasa. Menurutnya, operatos harus mampu meracik harga yang sesuai dengan berbagai fasilitas maupun pengalaman yang didapat oleh konsumen.

"Ini kalau liat harga kan harus lihat price compare value. Kalau membandingkan heli dengan kereta itu beda. Kita bisa bebas jam sesuai pesanan dan enggak perlu mengikuti waktu. 
Dari kecepatan juga lebih baik. Harganya ini afordable. Kalau dibandingkan dengan 4 tahun lalu yang bisa Rp 60 juta untuk 2 jam charge. Sekarang sudah murah Rp 12 juta sekali terbang," jelas dia.

Tantangan terakhir, hadir dalam keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Pasalnya, tidak banyak pilot helikopter yang tersedia di Indonesia.

"Karena memang ketersediaan di lapangan tidak ada. Sekarang kami hanya punya 12 pilot," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up