JawaPos Radar

Tegas! Jadi Dirut Bulog, Buwas Hanya Mau Diperintah Menteri Rini

15/05/2018, 07:33 WIB | Editor: Mochamad Nur
Tegas! Jadi Dirut Bulog, Buwas Hanya Mau Diperintah Menteri Rini
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Dok. Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah membentuk Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat. Bulog bertugas menjaga harga beras di tingkat petani pascapanen sehingga harga tidak jatuh sehingga menyebabkan kerugian bagi petani. Di sisi lain, Bulog juga bertugas menjaga pasokan beras di tingkat konsumen saat harganya melebihi batas yang telah ditetapkan.

Namun, berbagai kepentingan kerap membuat Bulog limbung dalam menjalankan fungsinya mengamankan harga beras di masyarakat. Sebab dalam urusan serapan gabah, tugas Bulog berkaitan dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Sementara untuk urusan stabilitas harga pangan di tingkat konsumen, Bulog berurusan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Direktur Utama Perum Bulog yang baru, Budi Waseso menegaskan pihaknya hanya mau diperintah oleh satu Kementerian saja. Itu pun bukan Kementan maupun Kemendag. Mantan Kabareskrim ini hanya mau diperintah oleh Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN).

Tegas! Jadi Dirut Bulog, Buwas Hanya Mau Diperintah Menteri Rini
Ilustrasi pekerja tengah mengangkut beras dari Gudang Bulog (Dok.Jawa Pos)

“Saya tidak mau diperintah-perintah di luar yang garis komando saya. Walaupun saya koordinasi dengan Mentan, saya lapor dengan Menteri BUMN,” kata Buwas di kantornya, Jakarta, Senin (14/5).

Meski begitu, ia tetap bersedia untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Menteri Pertanian. Dalam menjalankan perintah pun, diakui Buwas, dirinya harus mendapatkan persetujuan dari Rini Soemarno kecuali dapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

“Saya tidak boleh melangkahi Menteri BUMN. Kecuali saya ditanya langsung oleh Presiden. Setelah lapor presiden, baru saya laporkan ke menteri saya,” tuturnya.

Buwas mengungkapkan bahwa Bulog berjalan dengan komando yang satu garis. Sehingga tidak membuat fungsinya menjadi abu-abu. Sebab, masih kata Buwas, tupoksi Perum Bulog ada di bawah Kementerian BUMN bukan di Kementerian lain.

"Kalau (menteri) yang lain, ya saya minta petunjuk sama menteri saya dong. Kalau Bu Menteri saya bilang nanti dulu Pak Buwas, ya nanti dulu. Yang tanda tangani SK saya kan Menteri BUMN, jadi saya harus taat dan patuh," jelasnya.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up