JawaPos Radar | Iklan Jitu

Neraca Perdagangan Surplus, Sri Mulyani Waspadai Penurunan Impor

15 Maret 2019, 15:35:13 WIB
Neraca Perdagangan Surplus, Sri Mulyani Waspadai Penurunan Impor
Kegiatan ekspor - impor di pelabuhan. (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Neraca perdagangan Indonesia surplus pada Februari 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besaran surplus sebesar USD 330 juta, nilai ekspor USD 12,53 miliar, dan impor USD 12,20 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, surplus pada Februari 2019 merupakan capaian positif. Namun, pihaknya tetap waspadai kemungkinan dampak capaian tersebut.

"Kenapa? Karena ini positifnya terdiri dari dua-duanya negatif yaitu ekspornya negatif 11, 3 persen, impornya turun lebih dalam lagi," ujarnya di Serang, Banten, Jumat (15/3).

"Jadi kita juga harus lihat faktor-faktor apakah ini bentuknya seasonal karena biasanya bulan Februari, Maret ini adalah faktor musiman penurunan ataukah ada sesuatu yang sifatnya lebih fundamental seperti dampak dari pelemahan ekobomi dunia," sambungnya.

Terkait impor, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengevaluasi dampak penurunan impor. Sebab, penurunan itu juga berpotensi memberi dampak terhadap sektor-sektor produksi yang menggunakan bahan baku dan barang modal. 

"Karena kalau tidak ada berarti sektor-sektor produksi yang menggunakan bahan baku dan barang modal itu akan mengalami dampak dengan penurunan impor tersebut," kata dia.

Meski begitu, saat ini pemerintah mensyukuri capaian positif terhadap neraca perdagangan. Ke depannya, pihaknya akan terus menyelesaikan pekerjaan rumah. Untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian. 

"Jadi kita nanti kita akan lihat statistiknya lebih dalam tetapi palung tidak dengan surplus ini memberikan suatu sinya positif kepada kita namun PR masih banyak dan masih harus kita lakukan," tandasnya. 

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Hana Adi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini