JawaPos Radar

Lobi Amerika Serikat Bebaskan Bea Tekstil

15/02/2017, 08:00 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Lobi Amerika Serikat Bebaskan Bea Tekstil
Ilustrasi pekerja tekstil (Dok. Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Indonesia menjajaki kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat (AS) untuk memacu pertumbuhan pasar ekspor. RI juga mengincar investasi padat modal dan teknologi dari perusahaan-perusahaan asal AS. 

AS adalah mitra dagang nomor tiga negeri ini setelah Tiongkok dan Jepang. Total nilai perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari-Juli 2016 mencapai USD 13,02 miliar. Pada akhir 2016 Indonesia mencatat surplus USD 5,23 miliar atau naik tipis 1,75 persen bila dibandingkan dengan 2015 yang mencapai USD 5,14 miliar.

"Indonesia dapat mengisi pasar AS dengan tekstil, pengolahan karet, kulit, barang kulit, makanan-minuman, dan alas kaki," tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto setelah bertemu dengan Dubes AS Joseph R. Donovan Jr di kantor Kemenperin, Jakarta, kemarin (14/2).  

Perjanjian bilateral juga menjadi salah satu cara pemerintah untuk menghilangkan hambatan tarif sejumlah produk ekspor Indonesia. Salah satunya bea masuk produk tekstil yang sebesar 12,5 persen. 

"Sedangkan Vietnam sudah nol persen karena ada agreement kedua negara. Jadi, perjanjian tersebut juga akan mendongkrak daya saing produk kita," terang politikus Partai Golkar tersebut.

Nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2016 sebesar USD 9,13 miliar. Kontribusi sektor yang memiliki nilai ekspor dengan tren positif, antara lain, industri pengolahan kelapa sawit, furnitur, pulp dan kertas, barang-barang kerajinan, elektronik, serta pengolahan aluminium.

Menperin juga mengundang investor AS untuk menanamkan modal di kawasan-kawasan industri. Misalnya Dumai dan Tan­jung Buton di Riau, Berau di Kalimantan Timur, Gresik di Jawa Timur, Kendal di Jawa Tengah, serta Morowali di Sulawesi Tengah. "Di Sulawesi kami fokuskan untuk industri pengolahan mineral serta di Riau dan Kalimantan Timur menjadi kawasan industri untuk pengolahan CPO (crude palm oil, Red)," tutur dia. 

Airlangga juga berharap tahun ini ada tambahan investasi atau ekspansi yang terealisasi dari pelaku industri AS. Misalnya raksasa elektronik Apple yang berencana membangun pusat inovasi di Indonesia. (agf/c11/noe) 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up