alexametrics

Gerak Benny Tjokro di Antara Jiwasraya-Asabri di Hanson International

15 Januari 2020, 14:47:46 WIB

JawaPos.com – Benny Tjokrosaputro muncul setelah Kejaksaan Agung menahan dirinya atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tak hanya sengkarut Jiwasraya, Bentjok juga diduga terlibat dalam kasus Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Sepak terjang Bentjok memang telah malang melintang di pasar modal Indonesia. Kedua perusahaan asuransi BUMN tersebut telah menginvestasikan sejumlah dana di perusahaan yang dipimpinnya, PT Hanson International Tbk (MYRX).

Sebelum saham MYRX tak bergerak di level terendah Rp 50 per saham, beberapa bulan lalu sempat menguat sebesar 22 persen pada 14 November 2019 dikisaran Rp 65 per saham. Sehingga total transaksi emiten properti ini senilai Rp 73,6 miliar dan diperdagangkan sebanyak 14.326 kali dengan volume 1,7 miliar.

Direktur Hanson International Rony Agung Suseno saat itu mengatakan anjloknya saham perseroan akibat berita-berita negatif terkait utang individual yang dilakukan perseroan. Sejak pertengah November 2019 hingga saat ini saham MYRX menjadi anggota saham gocap.

Masuknya Jiwasraya ke saham Hanson Internasional dimulai pada 2014 lalu karena dianggap investasi yang menggiurkan. Namun, berdasarkan catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jiwasraya dibayangi dampak risiko gagal bayar atas transaksi pembelian Medium Term Note (MTN) atau surat berharga berjenis utang dari PT Hanson International.

Namun, melalui kuasa hukum Bentjok, Hanson telah melunasi pembayaran MTN yang diborong Jiwasraya pada tahun 2016.

Selain Jiwasraya, Asabri juga mimiliki surat utang jangka menengah (MTN) Hanson yang dialihkan dari PT Pelita Indo Karya dan PT Royal Bahana Sakti. Surat utang tersebut memiliki jangka waktu tiga tahun dan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2018, dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 12 persen per tahun dan terutang setiap kuartal.

Saldo MTN pada tanggal 30 Juni 2018 adalah sebesar Rp 60.000.000.000 yang dimiliki oleh PT Asabri (Persero). Mengutip laporan keuangannya pada triwulan III 2019, MTN tersebut telah dilunasi pada 28 Desember 2018.

Merujuk pada transaksi perdagangan Hanson pada pada pertengahan Januari 2016, Asabri memborong saham MYRX sebesar 889,29 juta saham dengan nilai Rp 551,32 miliar. Kemudian, perseroan kembali menambah pemilikan saham MYRX dengan membeli 243,9 juta saham dalam periode 9-12 Februari 2016.

Di sisi lain, Benny Tjokrosaputro sendiri justru melepas 81,77 juta saham sehingga porsi pemilikan sahamnya turun menjadi 16,62 persen dari sebelumnya 16,64 persen.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengapresiasi Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap Benny Tjokro sebagai langkah kemajuan hukum dalam dugaan permainan investasi Jiwasraya dan Asabri. Namun harus ditelisik lebih dalam mengenai perannya dalam kasus tersebut.

“Yang harus kita pantau apakah Benny Tjokro ini sebagai otak atau hanya operator,” ujarnya saat dihubungi Jawapos.com, Rabu (15/1).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads