JawaPos Radar | Iklan Jitu

Indonesia Harus Contoh Thailand Atasi Defisit Transaksi Berjalan

14 November 2018, 15:44:09 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Indonesia Harus Contoh Thailand Atasi Defisit Transaksi Berjalan
Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Bank Indonesia membukukan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebesar USD 8,8 miliar sepanjang triwulan III-2018. Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang impor telah memacu defisit transaksi berjalan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia seharusnya bisa mencontoh Thailand yang berhasil mencatatkan surplus pada CAD-nya. Sebab defisit yang dialami Negeri Gajah Putih itu berhasil ditutupi dengan nilai ekspor yang lebih besar dibanding impornya.

"Di neraca perdagangan (Indonesia) sendiri, betul isunya (defisit) di impor migas, katakan defisit. Kalau kita bisa ekspor lebih banyak lagi maka defisit tertutup," ujarnya dalam diskusi di Kementerian PPN, Jakarta, Rabu (14/11).

"Kita lihat tetangga kita yang CAD surplus. Thailand, dia surplus karena impor minyak besar tapi ditutupi dengan ekspor yang lebih besar lagi. Itu paling besar di industri makanan dan minuman," tambahnya.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, sektor perikanan dalam negeri saat ini dinilai punya potensi untuk membantu CAD Indonesia mencatatkan surplus. Hanya saja, saat ini perlu langkah serius untuk bisa meningkatkan produktivitas industri perikanan Tanah Air. 

"Ketikan bicara CAD, kelautan dan perikanan bisa membantu mengurangi defisit dengan menambah ekspor. Ekspor ikan segar yang lebih banyak untuk membantu mengurangi CAD. Sebagai kompensasi defisit migas," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up