alexametrics

LPEI dan BUMN Teken Kerja Sama Dukungan Ekspor ke Pasar Prospektif

14 Oktober 2018, 15:40:40 WIB

JawaPos.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kementeriam Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Luar Negeri serta para BUMN strategis menyelenggarakan suatu Parallel Event yang fokus membahas skema Pembiayaan Indonesia.

Parallel Event yang bertajuk Working Luncheon on Indonesia Financing Scheme ini merupakan pertemuan bersejarah dan memiliki nilai strategis karena Indonesia melakukan pertemuan dengan para Menteri Keuangan negara mitra di pasar prospektif.

Pertemuan ini menjadi terobosan konkret Indonesia pada rangkaian kegiatan PT IMF-WBG, terutama dalam penguatan skema pembiayaan Indonesia untuk memajukan ekspor dan outbound investment Indonesia

Pertemuan ini mengundang para menkeu dari sejumlah negara seperti Afrika dan Asia, seperti Angola, Bangladesh, Kamerun, Ethiopia, Gabon, Mozambik. Hadir juga dipertemuan ini Namibia, Niger, Tanzania, Timor Leste, Somalia dan sejumlah negara lainnya.

Turut hadir Lembaga luar negeri seperti The African Export-Import Bank (Afreximbank), Central African States Development Bank (BDEAC), dan Institute for Transportation & Development Policy (ITDP).

Sementara itu, BUMN strategis yang hadir dalam pertemuan ini seperti PT Pindad, PT LEN Industri, Bio Farma, PT Timah, PT INKA, PT Dirgantara Indonesia, PT Kimia Farma, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Peruri.

Menkeu RI Sri Mulyani Indwarati menjelaskan bahwa Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi dengan pasar prospektif, sesuai arahan Presiden RI. Ia berharap dengan adanya pertemuan bersama mitra RI di pasar prospektif, dapat disusun sebuah kebijakan dan terobosan yang sesuai dengan harapan para mitra RI.

Dalam kesempatan ini, LPEI melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Timah Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Ruang lingkup kesepahaman adalah terkait pengerjaan proyek bersama serta komitmen LPEI untuk memberikan dukungan pembiayaan investasi dan/atau modal kerja ekspor.

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan serangkaian kebijakan fiskal, termasuk pemberian Penugasan Khusus Ekspor kepada LPEI atau yang disebut juga dengan National Interest Account (NIA) untuk mendukung program ekspor nasional atas biaya pemerintah.

NIA adalah penugasan khusus oleh Pemerintah melalui Menteri Keuangan kepada LPEI untuk memberikan fasilitas pembiayaan, penjaminan, atau asuransi kepada proyek-proyek yang dianggap strategis oleh Pemerintah namun sulit dilakukan oleh Lembaga keuangan komersial lain.

Hal ini ditempuh untuk memperkuat ekspor dan outbound investment Indonesia yang merupakan dua kunci yang menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya berharap kerja sama ini akan membuat mitra Indonesia di pasar prospektif semakin luas.

“Kami berharap dengan adanya pertemuan bersama mitra RI di pasar prospektif, dapat disusun sebuah kebijakan dan terobosan yang sesuai dengan harapan para mitra Indonesia,” ujarnya di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

Sekedar informasi, hingga tahun 2018, melalui keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, LPEI telah menerima sebanyak 5 penugasan khusus dengan total alokasi dana sebesar Rp 2,7 triliun.

Adapun kelima PKE tersebut adalah ekspor gerbong kereta api ke Bangladesh, fasilitas pembiayaan kepada UKM supplier eksportir dalam rangka ketahanan usaha, ekspor gerbong barang dan penumpang ke Bangladesh dan Srilanka, ekspor pesawat udara ke Thailand, Nepal, Uni Emirat Arab, dan negara di Kawasan Afrika, ekspor komoditas ke Kawasan Afrika. Tiga proyek terakhir masih berjalan hingga saat ini.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (hap/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
LPEI dan BUMN Teken Kerja Sama Dukungan Ekspor ke Pasar Prospektif