alexametrics

BPK Sebut Ada Potensi Kerugian Negara Rp 2,94 Triliun dalam PCPEN

14 September 2021, 16:16:38 WIB

JawaPos.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan, terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp 2,94 triliun dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) selama 2020. Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, hal itu berdasarkan 2.843 permasalahan yang ditemukan.

Agung merincikan, permasalahan tersebut meliputi 887 kelemahan sistem pengendalian intern, 715 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan 1.241 permasalahan 3e (ketidakhematan, ketidakefisienan, ketidakefektifan). Hal itu dilakukan melalui pemeriksaan komprehensif berbasis risiko terhadap 27 Kementerian atau Lembaga, 204 pemerintah daerah dan 10 BUMN dan badan lainnya.

“Hasil pemeriksaan atas PC-PEN tersebut mengungkap 2.170 temuan yang memuat 2.843 permasalahan senilai Rp 2,94 triliun,” ujarnya secara virtual, Selasa (14/9).

Agung menjelaskan alokasi anggaran PC-PEN 2020 terdapat pada pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BUMN, BUMD, serta hibah atau sumbangan masyarakat yang dikelola pemerintah sebesar Rp 933,33 triliun. Anggaran tersebut telah direalisasikan Rp 597,06 triliun atau 64 persen.

Menurutnya, akuntabilitas dan kepatuhan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam kondisi darurat pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya tercapai. Bukti-bukti empiris memperlihatkan bahwa pengelolaan keuangan baik di sektor publik maupun di sektor swasta di masa krisis cenderung memperbesar risiko terjadinya fraud atau kecurangan.

“Dalam kondisi krisis, pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan rentan untuk mengalami situasi yang menyebabkan terjadinya kecurangan,” imbuhnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads