JawaPos Radar

Wilayah Transmigrasi Berhasil Jadi Sentra Produk Unggulan

14/09/2018, 20:45 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Wilayah Transmigrasi Berhasil Jadi Sentra Produk Unggulan
Presiden Jokowi dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo saat meresmikan Pengembangan Prukades Terintegrasi di KTM Mesuji yang dinilai berhasil memberikan kontribusi beras Indonesia sebanyak 766 ribu ton per tahun. (Dok. Ditjen PKTrans)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PKTrans) mengklaim bahwa wilayah-wilayah yang tumbuh dan hasil pemekaran dari program transmigrasi kini telah menjadi pusat-pusat perekonomian baru.

Sehingga, program transmigrasi ini berpotensi menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan distribusi penduduk. Pasalnya, kini di berbagai kawasan Indonesia dapat tumbuh dan berkembang pesat termasuk wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolir.

Seperti diketahui, dari program transmigrasi ini telah tumbuh beberapa provinsi baru. Sebut saja, provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Proses pengembangan wilayah pemekaran ini, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) M Nurdin mengungkapkan, pihaknya bersinergi dengan berbagai program prioritas Kemendes PDTT lainnya. Namun, tak lepas pula adanya kontribusi positif dari kementerian/ lembaga lainnya terhadap pengembangan program transmigrasi.

“Contohnya, wilayah ini tentu akan tetap berhubungan dengan lokasi induknya. Nah, kita dibantu Kementerian PUPR untuk menyediakan jalur transportasinya,” kata Nurdin di Jakarta belum lama ini.

Keterlibatan kementerian lainnya juga bisa dilihat dari bidang pertanian. Ketika masyarakat transmigrasi yang tinggal di Kota Terpadu Mandiri (KTM) membutuhkan produk pertanian, lanjut Nurdin, maka sangat dibutuhkan peran dari Kementerian Pertanian.

“Pengembangan KTM ini memang membutuhkan kerja sama lintas sektor sehingga dibutuhkan pola komunikasi yang solid antarstakeholder program transmigrasi,” jelas Nurdin.

Selanjutnya, Kemendes PDTT pun juga mengembangkan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang mempunyai skala ekonomi besar. Dikatakan, hingga saat ini beberapa KTM telah menjadi sentra-sentra Prukades.

“Saat ini di KTM Mesuji telah kita kembangkan untuk menjadi sentra beras dan jagung. Tidak menutup kemungkinan KTM lain akan menjadi sentra unggulan lain yang sesuai dengan potensi lokal mereka," ujarnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data yang dirilis Kemendes PDTT, Prukades yang merupakan program prioritas Kemendes PDTT hingga saat ini ada 343 Prukades, dengan nilai investasi potensial sebesar Rp47 Triliun yang melibatkan hampir 148 kabupaten.

(arm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up