JawaPos Radar

Jadi Pusat Perdagangan Produksi Pertanian

Keberadaan Pasar Kawasan Dongkrak Laju Perekonomian Transmigran

14/09/2018, 20:08 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Keberadaan Pasar Kawasan Dongkrak Laju Perekonomian Transmigran
PASAR KTM: Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi M Nurdin (dua dari kanan) saat berada di Pasar KTM Seponti Kabupaten Kayong Utara yang belum beroperasi. (Danang Prasetyo/Pontianak Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDDT) memiliki sejumlah program unggulan guna mendorong peningkatan lajur perekonomian masayarakat di kawasan transmigrasi, salah satunya adalah pembentukan Pasar Kawasan.

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) M Nurdin mengungkapkan program pasar kawasan ini sangat membantu para transmigran dalam memperjualbelikan hasil produksi pertanian. Hal ini mengingat program transmigrasi bukan sebatas memindahkan penduduk dari satu daerah ke daerah lain yang belum berkembang, akan tetapi sudah mengarah pada tahap pembentukan kota baru yang menjadi pasar dan basis produksi bernilai tambah.

“Semakin banyak jumlah produksinya, maka semakin besar skala pelayanan di dalam suatu wilayah akan berkembang juga. Otomatis nantinya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari sini ,” jelas Nurdin di Jakarta belum lama ini.

Dengan keberadaan pasar kawasan, kata Nurdin, juga akan mendorong tumbuhnya kantor-kantor perbankan, dealer-dealer kendaraan bermotor hingga bertambahnya sarana pendidikan di kawasan transmigrasi tersebut.

“Dari pasar inilah cikal bakal pertumbuhan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Pasar kawasan ini juga sebagai pendukung untuk memenuhi kebutuhan para transmigran mulai dari sandang, pangan, dan papan. Karena dulu pasar desa awalnya maksimal hanya buka seminggu sekali. Tapi dengan berkembangkan pasar kawasan kini buka setiap hari,” terang Nurdin.

Contoh pasar kawasan yang sudah beroperasional setiap hari terdapat di KTM Mesuji, Rawa Pitu di Lampung, Lunang Silaut di Sumatera Barat, Pawonsari di Boalemo, Gorontalo dan beberapa KTM lainnya

Dijelaskan, pola pengembangan wilayah transmigrasi memang sangat beragam, tergantung sumber daya alam yang ada di wilayah itu. Sehingga, dalam program transmigrasi sangat memungkinkan terdapat permukiman yang memang menjadi daerah produksi dan ada pula permukiman sebagai pusat industri pengolahan dan pusat pemasaran.

Nurdin menambahkan, pembangunan pasar kawasan ini tidak harus membangun dari nol. Akan tetapi, dapat dioptimalkan bangunan yang telah dibangun dari anggaran pusat, karena ukuran ekonomi suatu wilayah itu diukur dari kegiatan perekonomian di pasar. "Jadi kalau pasar hidup berarti perekonomian masyarakat akan hidup," imbuhnya. 

(arm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up