alexametrics

Sri Mulyani Ingatkan Kuartal-III Jangan Sampai Minus Agar Tak Resesi

14 Agustus 2020, 21:41:33 WIB

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan, perkembangan ekonomi kuartal-III harus diwaspadai. Sebab, naik turunnya pertumbuhan ekonomi bergantung oleh semua pihak.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, ekonomi Indonesia pada kuartal-II terkontraksi 5,32 persen. Atas dasar itu, dia mengingatkan jika pada kuartal-III PDB kembali turun, maka Indonesia akan resmi masuk resesi seperti negara-negara lain.

“Tekanan kuartal-II dalam, kuartal-III harus diwaspadai, tidak hanya bergantung pada pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/8).

Dengan mendorong semua pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani berharap akhir tahun PDB masih bisa tumbuh 0,2 persen. Atau, kalaupun di zona negatif, hanya -1,1 persen.

Dia memperkirakan, sepanjang tahun ini konsumsi rumah tangga masih mengalami tekanan yang cukup dalam, yakni negatif 1,3 persen hingga 0 persen. Sementara investasi diperkirakan akan mengalami kontraksi 2,6 persen hingga 4,2 persen.

“Ekspor juga negatif, minus 5,6 persen hingga minus 4,4 persen, impor negatif 10,5 persen sampai negatif 8,4 persen,” jelasnya.

Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan berpotensi menjadi lebih baik di level 5,5 persen. Namun, hal itu bergantung pada disiplin masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19 dan ketersediaan vaksin.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah akan tetap melanjutkan ekspansi fiskal untuk mendorong sisi pasokan dan permintaan. “Proyeksi ekonomi tahun depan meskipun akan pulih, tapi tergantung pada penanganan Covid-19,” tegasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads