alexametrics

Masing-masing Cawapres Punya Keahlian di Bidang Ekonomi, Ini Buktinya

14 Agustus 2018, 10:38:10 WIB

JawaPos.com – Sebagai sesama calon wakil presiden, Sandiaga Uno dan Ma’ruf Amin kerap dibandingkan. Sandiaga kerap diunggulkan dalam bidang ekonomi. Hal itu karena Sandi merupakan pengusaha sukses dan mampu masuk ke dalam jajaran orang terkaya seantero negeri.

Sementara, Ma’ruf Amin merupakan tokoh agama yang sudah malang melintang dalam memegang jabatan di pemerintahan bahkan sebelum Jokowi menjabat Presiden. Jika dipandang dari sisi ekonomi, sejatinya Ma’ruf bukan orang yang awam.

Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf punya andil dalam memutuskan fatwa-fatwa yang berhubungan dengan ekonomi syariah. Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Karim mengatakan, Kiai Haji Ma’ruf Amin melalui fatwa-fatwa yang dikeluarkannya berperan dalam mewarnai konsep baru ekonomi di Indonesia. Sedangkan, Sandiaga Uno berperan dan ikut terlibat sebagai pelaku ekonomi dan konsep inklusi masyarakat.

Masing-masing Cawapres Punya Keahlian di Bidang Ekonomi, Ini Buktinya
Prabowo dan Sandi jalani tes kesehatan (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Kedua cawapres adalah tokoh dan pengurus masyarakat ekonomi syariah. Keduanya kreatif dalam mengembangkan ekonomi syariah,” ujarnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Senin (13/8).

Berdasarkan penelusuran JawaPos.com dari Situs Resmi Dewan Syari’ah MUI, diketahui Ma’ruf Amin telah mengeluarkan 25 fatwa tentang Ekonomi syariah sejak 2015. Apa saja?

1. Transaksi Lindung Nilai Syariah Atas Nilai Tukar
2. Sertifikat Deposito Syariah
3. Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Syariah
4. Anuitas Syariah untuk Program Pensiun
5. Pedoman Transaksi Voucher Multi Manfaat Syariah
6. Akad Al Ijarah Al Maushufah fi Al-Dzimmah
7. Akad Al Ijarah Al Maushufah fi Al-Dzimmah untuk Produk Pembiyaan Pemilikan Rumah (PPR) – Indent
8. Novasi Subjektif Berdasarkan Prinsip Syariah
9. Subrogasi berdasarkan Prinsip Syariah
10. Penjaminan Pengembalian Modal Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, dan Wakalh bil Istitsmar
11. Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah
12. Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah
13. Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah
14. Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah
15. Akad Jual Beli
16. Akad Jual Beli Murabahah
17. Akad Ijarah
18. Akad Wakalah bi Al-Ujrah
19. Akad Syirkah
20. Akad Mudharabah
21. Uang elektronik syariah
22. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah
23. Pedoman Penjaminan Simpanan Nasabah Bank Syariah
24. Sekuritisasi Berbentuk Efek Beragun Aset Berdasarkan Prinsip Syariah
25. EBA-SP Berdasarkan Prinsip Syariah

Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) M Faisal menuturkan, ekonomi syariah penting namun diperlukan sosok yang memahami ekonomi secara luas meski tak harus mendetail.

“Agar ekonomi syariah bisa berkembang di Indonesia, selain pemahaman juga dibutuhkan kemampuan leadership dan kemampuan menggerakkan jajaran menteri dan stakeholders terkait,” jelas Faisal.

Lantas bagaimana dengan sepak terjang Sandiaga Uno?

Pada 1997, Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya yang merupakan pendiri Astra. Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama.

Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan. Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut.

Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan. Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.

Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

Pada 2005–2008, Sandi Uno menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Pada Mei 2011 lalu, ia memutuskan membeli 51 persen saham Mandala Airlines. Pada 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. Namanya termasuk dalam daftar Panama Papers bersama beberapa pejabat pemerintah lain, namun pada saat itu juga Sandi mengikuti program Tax Amnesty.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/uji/JPC)



Close Ads
Masing-masing Cawapres Punya Keahlian di Bidang Ekonomi, Ini Buktinya