JawaPos Radar

Ekspor Batubara Belum Menggembirakan

14/04/2016, 08:43 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ekspor Batubara Belum Menggembirakan
Tambang batubara (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com BALIKPAPAN - Harga batubara Indonesia masih kalah bersaing dengan negara lainnya. Sehingga ekspor batubara ke Tiongkok dan India belum meningkat. Akibatnya terjadi oversupply.

Salah satu daerah pengekspor batubara dari Indonesia, Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Mawardi Ritonga dalam laporan resminya.

“Penurunan harga komoditas batu bara selama 2015 memperburuk kinerja ekspor komoditas batu bara Kaltim. Harga batu bara internasional terkoreksi 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu pula dengan sementara HBA (harga batu bara acuan), terkoreksi 17,2 persen,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Mawardi Ritonga yang dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (14/4).

Mawardi menjelaskan, kondisi itu tak lepas dari terus membanjirnya pasokan batu bara dari negara produsen di luar Asia, seperti Australia dan Afrika Selatan.

Sementara produsen di Indonesia masih diberatkan dengan tingginya biaya operasional, sehingga menjadikan harga jual di pasar ekspor tak kompetitif.

“Berdasarkan data historis, harga batu bara Indonesia untuk jenis kalori yang sama, menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan harga batu bara Australia. Itu membuat Tiongkok mulai beralih,” terangnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Kantor Perwakilan BI Kaltim dari Mc Closkey, pangsa pasar batu bara Indonesia terhadap impor Tiongkok perlahan mulai berkurang.

Padahal, di sisi lain, Australia terus menambah kontribusinya terhadap impor emas hitam ke Negeri Tirai Bambu. “Kondisi serupa terjadi di India. Bahkan, di India, Afrika Selatan juga ikut membanjiri pasokan,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan data historis, rentang harga batu bara Indonesia dan Afrika Selatan semakin menyempit sepanjang 2015 lalu. Kondisi ini tercermin dari pangsa impor batu bara India dari Indonesia menurun.

Kemudian, pangsa impor batu bara India dari Afrika Selatan menunjukkan adanya peningkatan.

Sebagai informasi, batu bara memang memegang peranan penting terhadap statistik kinerja ekspor Kaltim sepanjang tahun lalu.

Sebagian besar pergerakan ekspor nonmigas Benua Etam, dipengaruhi performa komoditas ini, dengan pangsa mencapai 86,1 persen.

Jauh di bawah batu bara, komoditas kayu menyusul dengan 3,6 persen. Lalu ada kimia anorganik 3,1 persen, CPO 2,9 persen, pupuk 1,9 persen, dan sisanya terbagi dari komoditas lain.

Ekspor batu bara sendiri, terpantau terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, sejak jatuhnya harga pada 2012 lalu. Untuk seluruh negara tujuan, ekspor batu bara terkontraksi 23,6 persen pada tahun lalu.

Sementara pada tahun sebelumnya, terpantau 2014, atau sudah turun mencapai 40 persen. (man/lhl/k15/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up