alexametrics

Nyelekit ! Begini Kritik INDEF ke Pemerintah Soal Pengelolaan BLK

14 Maret 2019, 17:40:57 WIB

JawaPos.com – Program Balai Latihan Kerja (BLK) dinilai tidak berperan besar terhadap nasib pesertanya di dunia kerja. Alasannya, banyak lulusan BLK yang masih kesulitan cari kerja.

Hal itu tercermin dari total pengangguran terbuka Indonesia yang sebesar 7 juta orang, 1,18 juta diantaranya pernah menjadi pesertanya. Namun, usai lulus, mereka masih kesulitan mendapat pekerjaan.

“Kita terlalu mem-push dari sisi supply side bukan demand side atau lapangan kerjanya,” kata Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto dalam diskusi di Restoran Rantang Ibu, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Hal senada juga diungkapkan Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus. Dirinya menyebut masih banyak peserta lulusan program BLK kesulitan mencari kerja.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat lulusan BLK masih kesulitan menemukan pekerjaannya. Salah satu yang dia sorot adalah fasilitas di tempat BLK.

“Kemungkinan misalnya dia latihan di tempat BLK pakai mesin yang 90-an ke belakang. Sementara pabrik sudah pakai yang era sekarang,” kata dia.

Heri menilai pemerintah seharusnya bisa mencari jalan keluar lain. Lembaga-lembaga kursus di sejumlah daerah dianggap bisa jadi solusi sementara untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Sehingga, mereka punya modal yang lebih baik untuk mencari pekerjaan.

“Di setiap daerah kita lihat ada lembaga kursus, itu bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hana Adi

Nyelekit ! Begini Kritik INDEF ke Pemerintah Soal Pengelolaan BLK