JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kemenkeu Apresiasi Kepatuhan Orang Kaya Bayar Pajak

Target Penerimaan Naik 19,88 Persen

14 Maret 2019, 16:10:55 WIB
Kemenkeu Apresiasi Kepatuhan Orang Kaya Bayar Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) (Charlie Lopulua/Indopos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah punya harapan besar terhadap pertumbuhan pajak tahun ini. Penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp 1.577,56 triliun. Naik 19,88 persen daripada realisasi penerimaan pajak tahun lalu Rp 1.315,9 triliun.

Dengan target tersebut, pemerintah berharap kontribusi dari wajib pajak besar mencapai Rp 498 triliun atau 31,57 persen dari total penerimaan. Tahun lalu, para wajib pajak kaya itu menyumbang pajak Rp 418,73 triliun.

Dengan kata lain, pemerintah tahun ini menargetkan pertumbuhan penerimaan pajak dari wajib pajak kaya naik 19 persen.

"Tahun ini harus tercapai targetnya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di sela-sela pemberian penghargaan kepada wajib pajak yang dinilai taat dan berkontribusi besar pada negara kemarin (13/3).

Menteri yang kerap disapa Ani itu memberikan penghargaan kepada 30 wajib pajak besar. Terdiri atas 24 wajib pajak badan dan 6 wajib pajak orang pribadi. Beberapa perusahaan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Honda Prospect Motor, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk menerima penghargaan untuk kategori wajib pajak badan.

Sementara itu, wajib pajak orang pribadi yang menerima penghargaan adalah Alexander Tedja (Pakuwon Group), Theodore Permadi Rachmat (Triputra Group), dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Grup Emtek). Kemudian, Arifin Panigoro (Medco Group), Garibaldi Thohir (PT Adaro Energy), serta Budi Purnomo Hadisurjo (Optik Melawai).

Di antara nama-nama tersebut, beberapa merupakan orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Ani menjelaskan, para wajib pajak tersebut mendapat penghargaan atas kontribusi dan kepatuhan mereka terhadap peraturan perpajakan.

Yang menarik, lanjut Ani, wajib pajak badan maupun orang pribadi yang menerima penghargaan mempunyai latar belakang dari berbagai sektor usaha. Misalnya, sektor otomotif, manufaktur, energi, consumer goods, properti, dan media. "Ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut tumbuh cukup pesat tahun lalu," ujar Ani.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengungkapkan, sejak dulu pemerintah memang menaruh fokus yang besar terhadap wajib pajak kaya, baik badan maupun orang pribadi. "Ini disebut teori pareto optimum, mengawasi 20 persen (wajib pajak) yang merepresentasikan 80 persen dari potensi (pajak)," tuturnya.

Namun, pria yang akrab disapa Pras itu berpesan agar jangan sampai ada persepsi bahwa wajib pajak yang sudah patuh malah terus menjadi target atau sasaran penerimaan pajak. Harus ada perluasan cakupan wajib pajak dan objek pajak sehingga total penerimaan juga naik. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (rin/c7/fal)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini