JawaPos Radar

Musim Pilkada, Peredaran Uang Mulai Meningkat

14/03/2018, 22:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang Dudi Herawadi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang Dudi Herawadi. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) cukup berimbas dengan kondisi perekonomian setempat. Bahkan diprediksi, uang yang beredar akan meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Meskipun gong Pilkada baru dilangsungkan Juni mendatang, namun berjalannya masa kampanye sudah mulai berimbas terhadap aliran uang di masyarakat. Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang Dudi Herawadi kondisi perekonomian masih tergolong aman dan belum ada lonjakan signifikan. 

"Lokalan Malang aman-aman saja, dalam artian tetap ada faktor politik terkait pilkada," ujarnya dalam kegiatan paparan Kinerja Keuangan Triwulan I 2018, di Batavia Resto, Rabu (14/3).

Menurutnya, di tahun polittik ini, jumlah uang yang beredar akan lebih banyak. Baik kegiatan politik dan non-politik akan ada dampaknya. "Apalagi melibatkan APBN, APBD, juga dari para paslon (pasangan calon) dan partai," lanjutnya.

Dia menerangkan, salah satu pemicu pada tahun politik ini yakni pengeluaran pemerintah akan lebih tinggi. Selain itu juga meningkatnya aktivitas swasta yang berkaitan dengan kebutuhan partai politik.

Bahkan, lanjut Dudi, pergerakan rupiah yang berkaitan dengan pilkada sudah mulai tampak. "Kami koordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) juga disinyalir ada transaksi yang berkaitan dengan Pilkada sejak Februari tahun ini," ujar pria asli Jawa Barat itu.

Sebagai informasi, di wilayah kerja KPBI Malang ada tiga wilayah yang tahun ini menyelenggarakan pilkada. Yakni Kota Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

"Yang paling diperhatikan, jangan sampai kekurangan uang saja lah. Kami belum mengestimasi jumlah uang yang akan beredar. Tapi BI jelas siap penuhi berapapun estimasi kebutuhannya," tegasnya.

Dudi mengungkapkan, kondisi pengaruh iklim politik masih akan berlangsung hingga 2019 mendatang. Pasalnya, tahun depan bakal ada dua momen sekaligus yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (pileg).

Indikasi pengaruh momen pilkada tersebut juga tampak dari nominal kliring (perhitungan uang) non-tunai yang ditarik dari KPBI Malang. Berdasarkan data yang dihimpun, nominal kliring pada Februari tahun ini mencapai Rp 1,2 triliun. Meningkat dibanding periode yang sama, yakni Rp 1,1 triliun pada Februari 2017 lalu. 

"Harapannya nanti juga berimbas ke pergerakan ekonomi di masyarakat. Tapi intinya agar tetap stabil (musim Pilkada), tidak usah berlebihan lah. Semua yang normal-normal saja," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up