JawaPos Radar

Langkah Antisipasi BI Jika Rupiah Terus Anjlok

14/03/2018, 16:05 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Langkah Antisipasi BI Jika Rupiah Terus Anjlok
Kantor Bank Indonesia (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus terdepresiasi hingga 1,5 persen (year-to-date). Kekhawatiran juga terus muncul terhadap Rupiah yang tidak sesuai dengan fundamentalnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) mengaku siap mengurangi cadangan devisa untuk melakukan intervensi terhadap depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS. Saat ini, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 128,06 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi, di Jakarta, Rabu (14/3).

Langkah Antisipasi BI Jika Rupiah Terus Anjlok
Melemahnya Rupiah terhadap mata uang dunia (Rofiah Darajat/Jawapos.com)

"Berapa yang disediakan, kita sebanyak mungkin untuk intervensi Rupiah. Sebanyak cadangan devisa itu. Jadi cadangan devisa memang dibutuhkan untuk itu (intervensi rupiah)," ujarnya.

Doddy menegaskan, intervensi yang telah dilakukan pemerintah tercermin dari pengurangan cadangan devisa sebesar USD 3,92 miliar menjadi USD 128,06 miliar di Februari 2018. Meski demikian, pihaknya akan kembali mengoptimalkan cadangan devisa dalam negeri usai rupiah sudah kembali pada fundamentalnya.

"Seperti asuransi saja. Kita akan mengisi kembali cadangan devisa ketika sudah tak intervensi lagi," tuturnya.

Dia menjelaskan, penurunan cadangan devisa terjadi karena digunakan untuk pembayaran utang serta stabilisasi nilai tukar yang terus berfluktuasi. Selain itu, penurunan juga dipengaruhi oleh penempatan valuta asing di perbankan.

"Ini adalah komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah kita. Sebanyak mungkin yang dibutuhkan untuk intervensi rupiah," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up